JAKARTA, NOVOX.ID - Turnamen Malaysia Open 2026 menjadi langkah pertama Putri Kusuma Wardani dalam mengarungi musim baru bulu tangkis dunia. Ajang BWF World Tour Super 1000 yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada 6–11 Januari ini dimanfaatkan Putri sebagai sarana mengukur kesiapan setelah melewati masa jeda kompetisi.
Pada pertandingan pembuka, Putri dijadwalkan bertemu pebulu tangkis Jepang Manami Suizu. Duel tersebut menjadi bagian dari fase adaptasi Putri di awal tahun, terlebih ia baru kembali menjalani latihan penuh setelah menyelesaikan agenda padat pada akhir musim lalu.
Putri tidak datang tanpa bekal. Ia pernah mengatasi Suizu pada Macau Open 2024 melalui kemenangan dua gim langsung 21-16, 21-17. Hasil tersebut menjadi referensi positif, meski kondisi awal musim membuat Putri memilih untuk tetap realistis dalam menyikapi laga pertama.
Hasil undian turnamen menempatkan Putri di bagan bawah. Jika mampu melewati beberapa babak awal, peluang terbuka hingga perempat final sebelum kemungkinan menghadapi unggulan kedua asal China Wang Zhi Yi. Namun, Putri menilai fokus utama saat ini bukan sekadar hasil, melainkan bagaimana ia dapat kembali menemukan ritme permainan.
Pengalaman di Malaysia Open juga menjadi catatan penting dalam perjalanan karier Putri. Pada edisi sebelumnya, ia melaju hingga perempat final sebelum kalah dari wakil Thailand Ratchanok Intanon dalam pertandingan tiga gim. Pencapaian tersebut masih menjadi hasil terbaiknya di turnamen ini sejak debut pada 2022.
Menjelang turnamen pembuka musim, Putri mengungkapkan bahwa dirinya sempat menjalani masa pemulihan usai tampil di BWF World Tour Finals 2025. Waktu jeda tersebut dimanfaatkan untuk mengembalikan kondisi fisik dan mental sebelum kembali ke program latihan.
“Setelah World Tour Finals berakhir, saya ingin refresh dulu untuk memulihkan kondisi fisik dan pikiran. Pelatih memberi libur beberapa hari dan alhamdulillah sekarang sudah kembali fresh,” kata Putri dikutip NOVOX.ID dari Antara pada Senin 5 Januari 2026
Ia menambahkan bahwa pola latihan menuju Malaysia Open dijalani secara bertahap.
“Di hari-hari awal balik latihan, fisik menjadi fokus dan latihannya diperberat. Dua hari terakhir baru lebih ke teknik,” ujarnya.
Sebagai turnamen pembuka musim, Malaysia Open tidak dijadikan Putri sebagai tolok ukur utama prestasi. Ia memilih untuk memanfaatkan ajang ini sebagai proses awal sebelum menghadapi rangkaian kompetisi panjang sepanjang tahun.
“Cukup deg-degan karena memulai lagi dari awal. Tapi ini turnamen pembuka, saya ingin bisa bermain enak,” kata Putri.
Di Malaysia Open 2026, Putri menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putri setelah Gregoria Mariska Tunjung mendapatkan proteksi peringkat guna menjalani pemulihan kondisi vertigo. Indonesia juga menurunkan wakil di sektor lain, termasuk Jonatan Christie dan Alwi Farhan di tunggal putra, serta sejumlah pasangan di nomor ganda.
Indonesia terakhir kali meraih gelar juara Malaysia Open pada 2023 melalui sektor ganda putra.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!