JAKARTA, NOVOX.ID – Dunia mode tengah berduka atas
meninggalnya Valentino Garavani, desainer legendaris asal Italia yang dikenal
sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah haute couture.
Valentino wafat pada usia 93 tahun di kediamannya di Roma
pada 19 Januari 2026, meninggalkan warisan kreatif yang amat besar tak
terkecuali warna merah ikonik yang kini dikenal sebagai Valentino Red.
Valentino, yang sering dijuluki “emperor” atau kaisar
dunia mode, menjadi pionir dalam mendefinisikan apa yang disebut sebagai
elegansi Italia. Ia mendirikan Maison Valentino pada awal 1960-an dan selama
puluhan tahun menjadi favorit para bangsawan dan selebritas dunia.
Karya-karyanya tak hanya menonjolkan kemewahan, tetapi juga kekuatan feminitas klasik, yang terefleksi kuat dalam pilihan rona cerah serta siluet yang rapi.
Warisan ‘Valentino Red’ yang Mendunia
Salah satu pencapaian paling ikonik Valentino adalah
penciptaan “Valentino Red”, sebuah nuansa merah yang kemudian menjadi tanda
lahir dari rumah modenya.
Warna ini diperkenalkan sejak koleksi awalnya pada akhir
1950-an dan akhirnya menjadi begitu melekat dengan brand Valentino sehingga
kini dianggap sebagai trademark visual layaknya identitas utama yang
langsung dikenali di setiap runway atau karpet merah di seluruh dunia.
Lebih dari sekadar warna, Valentino Red melambangkan
kepercayaan, cinta, gairah, dan keanggunan dalam dunia fesyen.
Cerita di balik warna ini berawal saat Valentino masih muda,
terinspirasi dari gaun merah seorang wanita di sebuah pertunjukan opera di
Barcelona. Inspirasi itu kemudian ia jadikan sebagai basis warna yang mampu
“membingkai” aura kecantikan terutama
pada wanita yang memakai gaun desainnya.
Pengaruh di Karpet Merah dan Budaya Populer
Sepanjang lebih dari empat dekade kariernya, Valentino mendesain busana bagi sederet nama besar dari Jackie Kennedy, Elizabeth Taylor, Princess Diana, hingga selebritas modern seperti Julia Roberts atau Penélope Cruz. Gaun merahnya menjadi favorit di banyak acara bergengsi, menjadikannya simbol tak terelakkan dari glamour dan prestise.
Warisan warna merahnya tidak hanya tertinggal dalam ingatan
para klien atau koleksi yang tersimpan di museum mode, tetapi juga secara resmi
diabadikan melalui berbagai publikasi, pameran seni, dan buku seperti Valentino
Rosso yang merekam perjalanan visual dari gaun-gaun merah tersebut.
Bahkan kini banyak pakar fashion menyebut Valentino Red
sebagai salah satu warna signature paling berpengaruh dalam sejarah mode
kontemporer.
Akhir Era dan Penerus Warisan
Dengan kepergiannya, banyak figur fashion dunia menyatakan
Valentino bukan hanya sekadar perancang busana, tetapi seorang penjaga estetika
klasik yang menjadikan warna sebagai identitas yang kuat.
Warisan “Valentino Red” akan terus hidup, mengilhami
generasi perancang baru, serta tetap menjadi simbol estetika dan kepercayaan
diri dalam dunia haute couture.
Valentino telah menutup babak penting dalam sejarah mode
dunia, namun pengaruh estetika, filosofi desain, dan suara kreatifnya tetap
abadi khususnya melalui rona merah yang tak pernah lekang oleh waktu.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!