Aurelie Moeremans Buka Luka Lama, Kisahkan Jadi Korban Grooming di Usia 15 Tahun

Aurelie Moeremans Buka Luka Lama, Kisahkan Jadi Korban Grooming di Usia 15 Tahun

Aurelie ungkapkan kisah jadi korban grooming (Foto: X/@IPopBase)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Aktris Aurelie Moeremans akhirnya berani membuka kisah pahit masa lalunya melalui buku berjudul Broken Strings yang dirilis secara digital dan dapat diakses gratis.

Dalam buku tersebut, Aurelie mengungkap pengalaman traumatisnya sebagai korban grooming sejak usia 15 tahun, termasuk kekerasan seksual, fisik, manipulasi, hingga ancaman yang dialaminya dalam hubungan tersebut.

Aurelie mengakui bahwa proses menuliskan Broken Strings bukanlah hal yang mudah. Ia harus kembali mengingat situasi-situasi menyakitkan yang selama ini berusaha ia kubur dalam-dalam. Tidak jarang, proses itu membuatnya ingin berhenti karena beban emosional yang terlalu berat untuk ditanggung sendirian.

“Tapi setiap kali ingin menyerah, aku ingat alasan awal aku menulis, yaitu untuk jujur pada diri sendiri dan bertahan,” tutur Aurelie Moeremans, Rabu 14 Januari 2026.

Ia menyebut bahwa menulis buku tersebut menjadi bagian dari proses penyembuhan dirinya. Dengan menuangkan pengalaman pahit itu ke dalam tulisan, Aurelie perlahan belajar berdamai dengan trauma yang selama bertahun-tahun membayanginya. Meski demikian, ketakutan kembali menghampirinya setelah buku itu selesai dan dipublikasikan.

Aurelie mengaku sempat merasa cemas menghadapi respons publik, terutama karena pengalaman buruk di masa lalu ketika ia mencoba berbagi cerita, namun justru mendapat respons yang tidak sesuai harapan. Rasa trauma itu membuatnya memilih merilis Broken Strings dalam bahasa Inggris terlebih dahulu.

“Waktu itu aku berpikir supaya tidak terlalu banyak yang membaca karena trauma dari pengalaman sebelumnya. Aku merasa kalau dirilis dalam bahasa Inggris, pembacanya akan lebih terkurasi,” ucapnya.

Meski begitu, Aurelie menegaskan bahwa seluruh kisah yang ia tuliskan adalah kebenaran. Ia menekankan bahwa tujuan utamanya menulis Broken Strings adalah untuk berani bersuara dan membantu mereka yang mengalami situasi serupa. Menurutnya, selama niatnya baik dan apa yang ia tulis adalah fakta, ia siap menghadapi segala risiko yang mungkin muncul.

“Selama yang kutulis adalah kebenaran dan tujuannya baik, aku siap dengan risikonya. Fokusku tetap pada dampak positif yang bisa dihasilkan, bukan pada penolakan yang mungkin muncul,” tegasnya.

Dalam Broken Strings, Aurelie menceritakan bagaimana dirinya diduga menjadi korban grooming oleh seorang pria yang usianya hampir dua kali lipat darinya. Ia menggambarkan proses manipulasi dan kontrol yang perlahan menjeratnya, hingga akhirnya ia berusaha menyelamatkan diri dari hubungan tersebut. Aurelie juga mengungkap berbagai bentuk kekerasan yang dialaminya secara gamblang.

Melalui kisahnya, Aurelie menyampaikan pesan kuat kepada para korban grooming, khususnya perempuan, agar berani bersuara dan bangkit. “Kamu tidak sendirian dan apa pun yang pernah terjadi padamu bukan salahmu. Kamu berhak sembuh, berhak bahagia, dan berhak punya masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!