JAKARTA, NOVOX.ID - Pernyataan politis Billie Eilish saat menerima piala Song of the Year di ajang Grammy Awards 2026 terus menuai sorotan. Kali ini, suku asli Amerika Serikat yang mendiami wilayah tempat tinggal penyanyi tersebut ikut angkat bicara. Suku Tongva, penduduk asli kawasan Cekungan Los Angeles yang mencakup wilayah Glendale lokasi rumah Billie Eilish, menyatakan belum pernah dihubungi sang penyanyi terkait pernyataannya tentang “tanah curian”.
Ucapan tersebut disampaikan Billie Eilish di atas panggung Grammy pada 1 Februari 2026 waktu Los Angeles. Dalam pidatonya, Eilish mengatakan, “Aku merasa sangat terhormat setiap kali berada di ruangan ini. Sebersyukur apa pun perasaanku, jujur saja aku merasa tidak perlu mengatakan apa pun selain bahwa tidak ada seorang pun yang ilegal di tanah curian.” Kalimat itu langsung memantik perdebatan luas di media sosial dan ruang publik.
Juru bicara Suku Tongva menyebut, meski mereka menghargai upaya tokoh publik menyoroti sejarah kelam Amerika Serikat, pernyataan tersebut seharusnya diiringi tindakan nyata dan komunikasi langsung dengan masyarakat adat. “Eilish belum menghubungi suku kami secara langsung mengenai propertinya,” ujar juru bicara Tongva kepada media, Selasa 3 Februari 2026. Ia menambahkan, “Kami menghargai ketika tokoh publik memberikan visibilitas pada sejarah sebenarnya dari negara ini.”
Suku Tongva berharap diskusi mengenai isu tanah adat tidak berhenti pada pernyataan simbolik. “Kami berharap bahwa dalam diskusi selanjutnya, suku kami dapat secara eksplisit disebut untuk memastikan publik memahami bahwa wilayah Greater Los Angeles Basin tetap merupakan wilayah Gabrieleno Tongva,” lanjut pernyataan tersebut.
Suku Tongva merupakan penduduk asli Amerika yang telah mendiami wilayah Los Angeles dan sekitarnya selama ribuan tahun. Mereka diyakini menetap di kawasan itu sejak lebih dari 3.500 tahun lalu dan secara resmi diakui negara bagian California sebagai penduduk asli Cekungan Los Angeles pada 1994. Saat ini, ribuan anggota Tongva tergabung dalam beberapa kelompok yang diakui secara federal.
Kontroversi semakin memanas karena publik menyoroti fakta bahwa Billie Eilish dan keluarganya memiliki sejumlah properti bernilai jutaan dolar di California. Penyanyi tersebut diketahui membeli sebuah peternakan kuda di Glendale senilai sekitar US$2,3 juta ketika masih berusia 17 tahun. Sementara itu, sang kakak, Finneas O’Connell, juga tercatat memiliki dan menjual properti mewah di kawasan Malibu dan Los Feliz.
Sejumlah netizen dan tokoh publik menilai pernyataan Billie Eilish kontradiktif dengan gaya hidupnya. Namun, di sisi lain, ada pula yang menilai kritik tersebut membuka ruang diskusi lebih luas tentang hak masyarakat adat dan sejarah perampasan tanah di Amerika Serikat. Hingga kini, Billie Eilish belum memberikan tanggapan lanjutan terkait pernyataan Suku Tongva tersebut.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!