Biaya Ganti Layar Samsung Galaxy Z TriFold Bisa Hampir Setara Beli Galaxy S25 Baru

Biaya Ganti Layar Samsung Galaxy Z TriFold Bisa Hampir Setara Beli Galaxy S25 Baru

Perbaikan layar utama Samsung Galaxy Z TriFold mencapai US$1,243 Samsung Galaxy Z TriFold (Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Samsung kembali mencuri perhatian publik teknologi lewat perangkat terbaru mereka, Galaxy Z TriFold, ponsel lipat tiga pertama yang pernah dirilis perusahaan asal Korea Selatan ini. Meskipun model ini memukau dari segi desain dan inovasi dengan layar utama yang bisa terbentang seperti tablet, ada satu isu penting yang kini mengundang perhatian banyak orang: biaya penggantian layarnya yang sangat tinggi, bahkan hampir setara dengan membeli Samsung Galaxy S25 baru.

Laporan dari tipster teknologi menyebutkan bahwa biaya mengganti layar utama Galaxy Z TriFold  panel lipat tiga yang kompleks  berada di kisaran US$1.123–US$1.243 saat dikonversi dari won Korea, yang jika dirupiahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Angka ini hampir sebanding atau bahkan melebihi harga baru sebuah smartphone flagship Samsung seperti Galaxy S25 atau S25 Plus di pasar tertentu.

Samsung mengembangkan Galaxy Z TriFold dengan teknologi layar lipat tiga yang memungkinkan perangkat berubah fungsi menjadi semacam perpaduan smartphone dan tablet. Namun kompleksitas ini juga membawa konsekuensi besar saat terjadi kerusakan terutama pada komponen layar utama yang paling rentan saat terjadi benturan atau tekanan berlebih.

Menurut laporan lain, biaya penggantian layar internal ini bahkan bisa berada di kisaran 1,65 juta hingga 1,83 juta won (sekitar Rp18,7 juta-20,8 juta), yang setara dengan harga Galaxy S25 Plus baru di beberapa pasar. Ini berarti pemilik perangkat harus mempertimbangkan matang-matang antara memperbaiki layar atau membeli perangkat baru yang tidak kalah canggih.

Biaya tinggi ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya mengejutkan mengingat kompleksitas struktur dan teknologi lipat tiga  yang jauh lebih rumit dibandingkan layar ponsel biasa atau even layar lipat dua. Panel ini menggabungkan beberapa lapisan, engsel mekanis canggih, dan material fleksibel yang sulit diproduksi serta diperbaiki.

Sebagai gambaran, Samsung juga menawarkan program diskon biaya perbaikan layar sebesar sekitar 50% untuk pengguna yang layarnya rusak satu kali, namun biaya minimal masih cukup signifikan puluhan juta rupiah. Sementara itu, layar cover depan (layar luar yang lebih sederhana) relatif jauh lebih murah untuk diganti, memberikan sedikit keringanan biaya.

Situasi ini menunjukkan sisi lain dari perangkat lipat ultra-premium: selain harga jual awal yang tinggi, biaya perbaikan menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan oleh calon pembeli. Apalagi, dengan biaya servis yang hampir menyaingi pembelian ponsel flagship baru seperti Galaxy S25, konsumen mungkin harus pintar memilih antara memperbaiki atau upgrade ke perangkat lain yang punya dukungan purna jual lebih efisien.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!