JAKARTA, NOVOX.ID - Grup K-pop dunia BTS resmi mengantongi izin untuk menggelar konser comeback di kawasan situs warisan budaya Gwanghwamun Square, Seoul. Pemerintah Metropolitan Seoul menyetujui permohonan tersebut dengan sejumlah persyaratan ketat, menjadikan BTS sebagai artis K-pop pertama yang menggelar konser solo di kawasan ikonik yang menjadi pusat sejarah, politik, dan administrasi Korea Selatan.
Konser bertajuk BTS 2026 Comeback Show @Seoul dijadwalkan berlangsung pada 21 Maret mendatang dan akan menjadi momen pertemuan langsung BTS dengan para penggemar setelah tiga tahun sembilan bulan vakum sebagai grup penuh.
Acara ini juga bertepatan dengan perilisan album studio kelima mereka bertajuk Arirang, yang disebut-sebut menjadi tonggak baru perjalanan musik BTS.
Persetujuan penggunaan Gwanghwamun Square diberikan pada Kamis 22 Januari 2026 setelah melalui rapat panel penasihat pemerintah kota Seoul. Namun, izin tersebut bersifat bersyarat dengan fokus utama pada aspek keselamatan publik. Penyelenggara diwajibkan memastikan pengaturan keluar-masuk penonton dan penampil berjalan lancar, mencegah kepadatan berlebih, serta meminimalkan gangguan lalu lintas di pusat kota.
“Kami akan memprioritaskan manajemen keselamatan tidak hanya untuk para penonton konser, tetapi juga seluruh warga dan wisatawan yang berada di Gwanghwamun Square,” kata Kepala Biro Perencanaan Pembangunan Seimbang Pemerintah Kota Seoul, Kim Chang-gyu.
HYBE selaku agensi BTS mengajukan izin untuk menghadirkan sekitar 18.000 penonton di Gwanghwamun Square. Selain itu, rangkaian acara lain juga direncanakan berlangsung di Seoul Plaza, tepat di depan Balai Kota Seoul, dengan kapasitas hingga 30.000 orang. Pemerintah kota menyatakan akan bekerja sama dengan kepolisian, Kantor Distrik Jongno, serta lembaga terkait lainnya demi memastikan acara berjalan aman dan tertib.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Seoul juga akan melakukan inspeksi terhadap sektor industri pendukung di sekitar lokasi konser, termasuk 280 hotel di Distrik Jongno dan 411 hotel di Distrik Jung. Langkah ini dilakukan untuk mencegah lonjakan harga hotel dan praktik bisnis tidak adil selama periode konser.
Tak hanya berfokus pada konser, pemerintah kota berencana menggelar berbagai program budaya di kawasan Gwanghwamun dan pusat kota Seoul. Program tersebut akan memadukan konten K-pop dan Hallyu guna memberikan pengalaman yang lebih luas bagi penggemar domestik maupun internasional.
“Kami ingin menghadirkan keindahan dan pesona Seoul secara menyeluruh, serta menjadikan Gwanghwamun Square sebagai landmark K-pop yang sesungguhnya,” ujar Kim Chang-gyu.
Keputusan ini menegaskan posisi BTS bukan hanya sebagai ikon musik global, tetapi juga sebagai bagian penting dari diplomasi budaya Korea Selatan di mata dunia.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!