JAKARTA, NOVOX.ID - Platform media sosial X resmi memperbarui kebijakan terkait fitur penyuntingan gambar pada chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok. Dalam kebijakan terbaru ini, Grok tidak lagi diizinkan mengedit foto orang yang mengenakan pakaian terbuka, seperti bikini.
Mengutip Engadget, Kamis, pembatasan tersebut berlaku untuk seluruh pengguna tanpa pengecualian, baik pelanggan berbayar maupun pengguna gratis. Kebijakan ini diberlakukan setelah X dan Grok menuai kritik dalam beberapa pekan terakhir, menyusul dugaan pembuatan gambar bermuatan seksual tanpa persetujuan, termasuk yang melibatkan anak di bawah umur.
Melalui pengumuman di akun resmi @Safety, X juga menyampaikan bahwa fitur pembuatan gambar Grok kini hanya dapat digunakan oleh pelanggan berbayar. Dengan demikian, pengguna layanan gratis tidak lagi memiliki akses untuk membuat gambar melalui chatbot tersebut.
Selain membatasi akses, X turut memblokir pembuatan gambar orang dengan busana terbuka seperti bikini atau pakaian dalam di negara-negara yang secara hukum melarang praktik tersebut.
Pengumuman ini muncul tak lama setelah negara bagian California membuka penyelidikan terhadap xAI dan Grok terkait dugaan lemahnya pengawasan terhadap konten AI yang mengandung unsur pornografi dan eksploitasi anak.
Kantor Jaksa Agung California mengungkapkan hasil analisis yang menunjukkan sekitar 50 persen dari hampir 20.000 gambar yang dihasilkan xAI pada periode Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026 menampilkan individu dengan pakaian minim, termasuk sejumlah gambar yang diduga melibatkan anak-anak.
Menanggapi hal tersebut, X menegaskan komitmennya menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap eksploitasi anak. Perusahaan mengklaim secara aktif menghapus konten pelanggaran prioritas tinggi, termasuk materi pelecehan seksual anak dan konten seksual tanpa persetujuan.
CEO xAI Elon Musk sebelumnya menyatakan tidak mengetahui adanya gambar tidak pantas yang melibatkan anak-anak yang dihasilkan oleh Grok. Ia kemudian menjelaskan bahwa ketika fitur pembatasan konten tidak aman diaktifkan, Grok masih dapat menampilkan konten berupa ketelanjangan tubuh bagian atas karakter manusia dewasa fiktif, sebagaimana standar yang berlaku dalam tayangan berklasifikasi dewasa.
Musk menambahkan bahwa kebijakan tersebut tidak diterapkan secara seragam di seluruh dunia dan akan disesuaikan dengan regulasi hukum di masing-masing negara.
Sejumlah negara telah mengambil langkah tegas terhadap Grok. Malaysia dan Indonesia memutuskan memblokir chatbot tersebut karena kekhawatiran terhadap keamanan serta pengelolaan konten seksual berbasis AI. Sementara itu, di Inggris, otoritas komunikasi Ofcom juga membuka penyelidikan formal terhadap xAI dan Grok, dengan pemerintah menyatakan siap mendukung pemblokiran jika diperlukan.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!