JAKARTA, NOVOX.ID - Industri kecerdasan buatan (AI) di Tiongkok kembali mencuri perhatian global setelah mencatat lonjakan investasi signifikan di sektor teknologi. Salah satu sorotan datang dari MiniMax Group, perusahaan pengembang AI asal Shanghai, yang sukses besar dalam penawaran saham perdananya (IPO) di Bursa Hong Kong.
Pendiri sekaligus CEO MiniMax, Yan Junjie, berhasil meraih keuntungan dua digit dalam debut saham perusahaan pada Jumat, 9 Januari. Lonjakan harga saham MiniMax yang melesat lebih dari 100 persen pada hari pertama perdagangan membuat kekayaan Yan Junjie diperkirakan mencapai 3,2 miliar dolar AS, berdasarkan estimasi Forbes.
Mengutip laporan Forbes, MiniMax berhasil menghimpun dana sekitar 4,8 miliar dolar Hong Kong atau setara 618 juta dolar AS melalui IPO. Perusahaan melepas sebanyak 2,92 juta saham dengan harga 165 dolar Hong Kong per saham, yang merupakan batas tertinggi dari kisaran harga yang telah diajukan sebelumnya ke otoritas bursa.
IPO MiniMax tercatat sebagai salah satu yang paling diminati investor di sektor AI, mengungguli pesaingnya seperti Zhipu, yang hanya mencatat kenaikan sekitar 13,25 persen pada hari pertama perdagangan dan sempat turun di bawah harga penawaran awal.
Dalam sembilan bulan terakhir, MiniMax disebut sebagai salah satu perusahaan AI dengan pertumbuhan tercepat. Berdasarkan prospektus perusahaan, pendapatan MiniMax melonjak hampir tiga kali lipat hingga mencapai 53,4 juta dolar AS. Meski demikian, perusahaan juga mencatat peningkatan kerugian hingga 70 persen secara tahunan, dengan total kerugian mencapai 512 juta dolar AS, terutama akibat besarnya belanja riset dan pengembangan.
Menurut laporan Securities Times, salah satu klien utama MiniMax adalah miHoYo, pengembang gim raksasa asal Tiongkok yang dikenal lewat gim mobile populer Genshin Impact. miHoYo juga tercatat sebagai salah satu investor strategis dalam pengembangan teknologi AI MiniMax. Hubungan kedua perusahaan diperkuat melalui keterkaitan personal antara salah satu pendiri miHoYo, Cai Haoyu, dan direktur non-eksekutif MiniMax, Liu Wei.
Profil Singkat Yan Junjie, Pendiri MiniMax Group
Yan Junjie lahir di Beijing pada tahun 1990. Ia menempuh pendidikan sarjana di Southeast University dan melanjutkan studi doktoral di Chinese Academy of Sciences. Saat ini, Yan menjabat sebagai ketua dan pendiri MiniMax Group, perusahaan pengembang model AI dengan valuasi sekitar 4,8 miliar dolar Hong Kong.
MiniMax fokus mengembangkan berbagai produk AI, termasuk teknologi pembuat audio dan video berbasis kecerdasan buatan yang ditujukan bagi perusahaan maupun pengembang individu. Pada Januari 2026, Yan resmi membawa MiniMax melantai di Bursa Hong Kong dan berhasil menghimpun dana ratusan juta dolar AS dari investor besar seperti Alibaba, Tencent, dan miHoYo.
Sebelum mendirikan MiniMax pada 2021, Yan Junjie sempat berkarier lebih dari enam tahun di SenseTime, salah satu perusahaan AI terbesar di Tiongkok yang juga terdaftar di Bursa Efek Hong Kong.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!