JAKARTA, NOVOX.ID - Komika Pandji Pragiwaksono akhirnya angkat bicara ke publik setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait materi pertunjukan standup comedy bertajuk Mens Rea. Melalui unggahan video di media sosial, Pandji menyampaikan kondisi terkininya dan menegaskan bahwa dirinya dalam keadaan baik-baik saja.
Dalam video singkat tersebut, Pandji terlihat berada di New York, Amerika Serikat. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan dan doa di tengah polemik yang berkembang usai Mens Rea tayang dan viral di media sosial.
“Hai apa kabar Indonesia, gue cuma mau bilang terima kasih untuk dukungannya, untuk doanya, banyak banget ngedoain yang baik-baik ke gua,” ujar Pandji dalam video tersebut.
Pandji menjelaskan bahwa keberadaannya di New York berkaitan dengan aktivitas siaran yang dijalaninya. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya dalam kondisi sehat dan tengah bersiap kembali ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga.
“Gua juga baik-baik aja, gua lagi di New York abis ngisi siaran. Dan sekarang lagi mau balik ke rumah, lapar, dan mau balik ke anak-anak dan istri, dan makan malam sama mereka,” ucapnya.
Menutup pernyataannya, Pandji kembali menyampaikan apresiasi kepada publik yang terus mendukung karya dan dunia standup comedy di Indonesia. “Semoga lu juga sehat, semoga lu juga baik-baik saja. I love you guys. Terima kasih sudah mencintai kesenian standup comedy, moga-moga gue masih punya banyak perkomedian untuk anda,” katanya.
Pernyataan Pandji ini muncul setelah dirinya dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Kamis 8 Januari 2026. Laporan tersebut dilayangkan oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama bersama Aliansi Muda Muhammadiyah. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama atas pernyataan Pandji dalam materi Mens Rea.
Pelapor menilai materi tersebut menimbulkan kegaduhan dan berpotensi memecah belah, khususnya di kalangan anak muda NU dan Muhammadiyah.
Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, menyatakan laporan dibuat karena materi komedi Pandji dinilai menghina dan menimbulkan keresahan. Namun belakangan, PBNU dan PP Muhammadiyah menyatakan tidak mengakui pelapor tersebut sebagai bagian dari organisasi resmi.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap penanganan kepolisian, sementara Pandji memilih menyampaikan pesan menenangkan kepada publik sembari melanjutkan aktivitasnya.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!