JAKARTA, NOVOX.ID - Nama YouTuber raksasa dunia MrBeast mendadak ikut terseret dalam pusaran konflik antara Danielle, salah satu member NewJeans, dengan agensinya ADOR yang berada di bawah payung HYBE.
Ribuan penggemar NewJeans yang dikenal sebagai Bunnies ramai-ramai menggeruduk kolom komentar dan media sosial MrBeast, meminta figur berpengaruh tersebut ikut turun tangan membela Danielle.
Dilaporkan Xportsnews melalui Korea Times, Rabu 7 Januari 2026, para penggemar meyakini Danielle tengah menjadi target tekanan hukum dari ADOR. Keyakinan itu muncul setelah agensi tersebut menggugat Danielle secara perdata dengan nilai fantastis mencapai 43,1 miliar won atau setara hampir Rp500 miliar.
Bunnies menilai keterlibatan figur global seperti MrBeast dapat memberi perhatian internasional terhadap konflik yang sedang berlangsung.
Sosok bernama asli James Stephen Donaldson itu dianggap memiliki pengaruh besar, kekayaan melimpah, serta kekuatan viral yang sulit diabaikan di jagat internet.
Bahkan, sebagian penggemar melontarkan permintaan ekstrem agar MrBeast mengakuisisi HYBE atau setidaknya ADOR. Meski demikian, sebagian Bunnies lain menyadari bahwa gagasan tersebut tidak realistis. “Kami tahu MrBeast tidak bisa membeli HYBE, tapi itu bukan ide intinya,” tulis seorang penggemar. “Yang kami inginkan adalah perhatian dan visibilitas.”
Menurut penggemar, sekadar menyebut atau menyoroti kasus Danielle dan NewJeans saja sudah dianggap sebagai capaian besar. Tekanan opini publik global dinilai dapat memengaruhi dinamika konflik hukum yang tengah berjalan di Korea Selatan.
MrBeast sendiri menyadari serbuan komentar tersebut. Ia sempat membalas salah satu unggahan di platform X dengan kalimat singkat, “Saya mesti gimana?” Cuitan itu justru memicu gelombang komentar lanjutan dari para penggemar.
“Rusakin perusahaannya,” tulis salah satu akun. “Beli ADOR,” timpal akun lain. Ada pula yang meminta MrBeast membantu dengan menyediakan pengacara untuk Danielle hingga mendirikan agensi hiburan baru. Seruan “BEBASKAN DANIELLE” pun ramai memenuhi kolom balasan.
Namun, tak sedikit pula netizen Korea Selatan yang menilai aksi para penggemar tersebut memalukan dan berlebihan. Sebagian menyindir bahwa jika strategi ini gagal, penggemar bisa saja selanjutnya menyasar tokoh global lain seperti Elon Musk.
Diketahui, pada 30 Desember 2025, ADOR resmi mengajukan gugatan ganti rugi terhadap Danielle, salah satu anggota keluarganya, serta mantan CEO ADOR Min Hee-jin ke Pengadilan Distrik Pusat Seoul.
Gugatan tersebut diajukan sehari setelah ADOR mengakhiri kontrak eksklusif Danielle, dengan alasan tidak memungkinkan lagi melanjutkan kerja sama profesional.
Hingga kini, belum ada jadwal sidang perdana yang diumumkan. Namun konflik antara Danielle, ADOR, dan HYBE terus menjadi sorotan luas, bahkan meluas hingga menyeret figur global di luar industri K-pop.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!