JAKARTA, NOVOX.ID - Nama Jang Won-young kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial internasional setelah pernyataannya dalam sebuah video behind-the-scenes menuai kritik keras dari warga China.
Anggota grup K-pop IVE itu diprotes setelah menyebut Hong Kong sebagai sebuah negara, pernyataan yang dianggap sensitif dan bertentangan dengan prinsip politik Tiongkok.
Kontroversi ini bermula dari video di balik layar kunjungan IVE ke Hong Kong dalam rangka menghadiri sebuah ajang penghargaan. Video tersebut sempat diunggah ke kanal YouTube resmi IVE dan kemudian dikutip oleh Korea Times pada Sabtu 3 Januari 2026.
Dalam cuplikan video itu, Jang Won-young terdengar berbincang santai mengenai rencana makan malam mereka. Ia mengatakan bahwa dirinya menyukai Hong Kong karena memiliki banyak makanan lezat, lalu menyebut Hong Kong sebagai salah satu negara yang ia sukai.
Ucapan tersebut dengan cepat memicu reaksi keras dari sejumlah pengguna media sosial di China. Banyak warganet menilai pernyataan itu bermasalah karena Tiongkok menganut prinsip One China, di mana Hong Kong diposisikan sebagai Daerah Administratif Khusus atau Special Administrative Region (SAR), bukan negara merdeka. Oleh karena itu, pernyataan Jang Won-young dianggap bertentangan dengan kedaulatan dan integritas wilayah China.
Media lokal China turut memperbesar kontroversi ini. Sina Entertainment menyebut pernyataan tersebut sebagai bentuk tantangan nyata terhadap kedaulatan China. Sementara itu, Global Times mengkritik idola Korea yang dinilai memperoleh keuntungan dari penggemar China tanpa memahami atau menghormati sensitivitas politik yang ada.
Media tersebut juga menyoroti kurangnya pemahaman sejarah dan geopolitik di kalangan figur publik Korea Selatan, meskipun pasar China memiliki peran penting dalam industri hiburan Korea.
Secara resmi, baik Korea Selatan maupun Korea Utara, sebagaimana mayoritas negara di dunia, mengakui Hong Kong sebagai bagian dari China sejak penyerahan kedaulatan dari Inggris pada 1997.
Hong Kong diatur berdasarkan prinsip “satu negara, dua sistem”, yang memberi wilayah tersebut otonomi tertentu dalam bidang ekonomi dan hukum, namun tetap berada di bawah kedaulatan China.
Update K-Pop: Danielle Eks NewJeans Ikut Kegiatan Sukarelawan di Tengah Pemutusan Kontrak
Menanggapi kontroversi ini, video behind-the-scenes yang memuat pernyataan Jang Won-young telah diubah menjadi privat. Meski demikian, reaksi negatif dari publik China belum mereda. Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana agensi IVE akan merespons situasi ini serta dampaknya terhadap aktivitas dan penerimaan grup tersebut di pasar China ke depannya.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!