Pejabat The Fed: Euforia Pasar Kripto Akibat Trump Mulai Pudar, Volatilitas Kembali Meningkat

Pejabat The Fed: Euforia Pasar Kripto Akibat Trump Mulai Pudar, Volatilitas Kembali Meningkat

Gubernur The Federal (The Fed) Reserve Christopher Waller. (Foto: AP)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID –  Pelonggaran prospek pasar kripto yang sempat terlihat sejak terpilihnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini mulai memudar, menurut pernyataan dari salah satu pejabat senior Federal Reserve (The Fed).

Menurutnya, euforia yang sempat mendorong pasar aset digital seperti Bitcoin dan altcoin kini mereda, sementara volatilitas pasar kripto kembali menjadi tantangan di tengah ketidakpastian makroekonomi dan regulasi global.

Dalam pidatonya di sebuah konferensi ekonomi internasional di La Jolla, California, Gubernur The Fed Christopher Waller menyampaikan bahwa dorongan optimisme yang masuk ke pasar kripto sejak awal pemerintahan Trump tampaknya berkurang seiring waktu.

“Beberapa euforia yang masuk ke dunia kripto bersama pemerintahan saat ini, beberapa sudah memudar,” kata Waller.

Ia menambahkan bahwa dinamika naik turun (ups and downs) merupakan bagian umum dalam pasar kripto, yang sering kali mengalami periode volatilitas tinggi.

Pernyataan Waller mencerminkan bagaimana sentimen investor terhadap kripto dapat berubah seiring berjalannya waktu, terutama ketika faktor-faktor eksternal seperti regulasi, kebijakan moneter, dan perubahan strategi aliran modal global ikut bermain.

Pada awal masa Trump, beberapa kebijakan yang diharapkan pro-kripto, termasuk himbauan terhadap regulasi yang lebih lunak serta sinyal dukungan terhadap adopsi aset digital, memberikan dorongan signifikan yang meningkatkan minat investor institusional maupun ritel terhadap aset kripto.

Namun momentum tersebut ternyata tidak bertahan dalam jangka panjang, terutama saat pasar menghadapi tekanan penjualan dan koreksi harga yang signifikan.

Waller juga mengaitkan kemunduran euforia kripto ini dengan aksi jual yang lebih luas di sektor aset digital, di mana sejumlah investor lembaga serta dana besar mulai menyesuaikan posisi mereka karena kekhawatiran terhadap risiko dan ketidakpastian regulasi.

Ketika firm-firm besar melakukan risk management dengan mengurangi eksposur mereka di aset berisiko, volatilitas pun meningkat dan harga kripto seperti Bitcoin mengalami tekanan. Menurut laporan pasar keuangan, Bitcoin telah turun dari puncaknya di akhir 2025 dan diperdagangkan di kisaran yang lebih rendah pada awal Februari 2026.

Situasi ini menggambarkan bahwa pasar kripto semakin terhubung dengan kondisi makro global dan pasar finansial yang lebih luas.

Ketika sebelumnya kripto sering dipandang sebagai kelas aset yang terpisah atau semi-independen, keterlibatan institusi finansial besar dan eksposur di berbagai produk derivatif telah meningkatkan keterkaitan antara aset digital dan tren pasar tradisional.

Dalam konteks ini, kebijakan dan pandangan pejabat bank sentral seperti The Fed bukan hanya memengaruhi aset tradisional seperti saham dan obligasi, tetapi juga turut memengaruhi sentimen di pasar kripto.

Para analis pasar mengamati bahwa berkurangnya euforia semacam itu bisa menjadi normal ketika spekulasi dan sentimen pasar mereda setelah periode kenaikan harga yang kuat. Bagaimanapun, pasar kripto tetap dianggap sebagai kelas aset dengan volatilitas tinggi dan sensitivitas besar terhadap berita, kebijakan, dan ekspektasi ekonomi global.

Dengan berjalannya waktu, dinamika antara kebijakan fiskal, moneter, serta perkembangan regulasi kripto kemungkinan akan terus menjadi faktor kunci penentu arah pasar aset digital di masa depan. 

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!