JAKARTA, NOVOX.ID – Pelonggaran prospek pasar kripto yang sempat
terlihat sejak terpilihnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini mulai
memudar, menurut pernyataan dari salah satu pejabat senior Federal Reserve (The
Fed).
Menurutnya, euforia yang sempat mendorong pasar aset
digital seperti Bitcoin dan altcoin kini mereda, sementara volatilitas pasar
kripto kembali menjadi tantangan di tengah ketidakpastian makroekonomi dan
regulasi global.
Dalam pidatonya di sebuah konferensi ekonomi internasional
di La Jolla, California, Gubernur The Fed Christopher Waller menyampaikan bahwa
dorongan optimisme yang masuk ke pasar kripto sejak awal pemerintahan Trump
tampaknya berkurang seiring waktu.
“Beberapa euforia yang masuk ke dunia kripto bersama
pemerintahan saat ini, beberapa sudah memudar,” kata Waller.
Ia menambahkan bahwa dinamika naik turun (ups and downs) merupakan bagian umum dalam pasar kripto, yang sering kali mengalami periode volatilitas tinggi.
Pernyataan Waller mencerminkan bagaimana sentimen investor
terhadap kripto dapat berubah seiring berjalannya waktu, terutama ketika
faktor-faktor eksternal seperti regulasi, kebijakan moneter, dan perubahan
strategi aliran modal global ikut bermain.
Pada awal masa Trump, beberapa kebijakan yang diharapkan
pro-kripto, termasuk himbauan terhadap regulasi yang lebih lunak serta sinyal
dukungan terhadap adopsi aset digital, memberikan dorongan signifikan yang
meningkatkan minat investor institusional maupun ritel terhadap aset kripto.
Namun momentum tersebut ternyata tidak bertahan dalam jangka
panjang, terutama saat pasar menghadapi tekanan penjualan dan koreksi harga
yang signifikan.
Waller juga mengaitkan kemunduran euforia kripto ini dengan
aksi jual yang lebih luas di sektor aset digital, di mana sejumlah investor
lembaga serta dana besar mulai menyesuaikan posisi mereka karena kekhawatiran
terhadap risiko dan ketidakpastian regulasi.
Ketika firm-firm besar melakukan risk management dengan mengurangi eksposur mereka di aset berisiko, volatilitas pun meningkat dan harga kripto seperti Bitcoin mengalami tekanan. Menurut laporan pasar keuangan, Bitcoin telah turun dari puncaknya di akhir 2025 dan diperdagangkan di kisaran yang lebih rendah pada awal Februari 2026.
Harga Perak Cetak Rekor Baru, Investor Berburu Logam Mulia di Tengah Ketidakpastian The Fed
Situasi ini menggambarkan bahwa pasar kripto semakin
terhubung dengan kondisi makro global dan pasar finansial yang lebih luas.
Ketika sebelumnya kripto sering dipandang sebagai kelas aset
yang terpisah atau semi-independen, keterlibatan institusi finansial besar dan
eksposur di berbagai produk derivatif telah meningkatkan keterkaitan antara
aset digital dan tren pasar tradisional.
Dalam konteks ini, kebijakan dan pandangan pejabat bank
sentral seperti The Fed bukan hanya memengaruhi aset tradisional seperti saham
dan obligasi, tetapi juga turut memengaruhi sentimen di pasar kripto.
Para analis pasar mengamati bahwa berkurangnya euforia
semacam itu bisa menjadi normal ketika spekulasi dan sentimen pasar mereda
setelah periode kenaikan harga yang kuat. Bagaimanapun, pasar kripto tetap
dianggap sebagai kelas aset dengan volatilitas tinggi dan sensitivitas besar
terhadap berita, kebijakan, dan ekspektasi ekonomi global.
Dengan berjalannya waktu, dinamika antara kebijakan fiskal,
moneter, serta perkembangan regulasi kripto kemungkinan akan terus menjadi
faktor kunci penentu arah pasar aset digital di masa depan.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!