Pengusaha Sawit Gembira Lolos dari Tarif AS, Ekspor Diramal Tembus 3 Juta Ton

Pengusaha Sawit Gembira Lolos dari Tarif AS, Ekspor Diramal Tembus 3 Juta Ton

Foto Kebun Sawit. (Foto: Freepik)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID – Pelaku usaha industri kelapa sawit Indonesia menyatakan optimisme tinggi setelah negosiasi tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat menunjukkan hasil positif yang mencegah pemberlakuan tarif tinggi terhadap produk sawit Indonesia. Keberhasilan ini dinilai bisa mendorong pertumbuhan ekspor sawit Indonesia ke pasar AS hingga mencapai sekitar 3 juta ton per tahunnya dalam beberapa tahun ke depan jika semua upaya strategis dijalankan dengan baik.

Sebelumnya, Amerika Serikat mempertimbangkan pengenaan bea masuk tinggi atas impor sawit dari Indonesia yang dapat berdampak negatif terhadap daya saing produk sawit RI di pasar global. Namun melalui serangkaian pembicaraan perdagangan, Indonesia berhasil mencapai kesepakatan prinsip bahwa ekspor sawit bisa dibebaskan atau mendapatkan tarif lebih rendah, terutama karena sawit bukan komoditas yang diproduksi di AS. Kesepakatan ini juga mencakup komoditas lain seperti kakao dan karet.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono menyampaikan bahwa pembebasan atau penurunan tarif ini menjadi momen penting untuk memperluas pangsa pasarnya di Amerika Serikat pasar besar yang selama ini terus menunjukkan permintaan tinggi terhadap minyak nabati, termasuk sawit. Target sebesar 3 juta ton ekspor per tahun dianggap realistis jika dukungan logistik dan promosi dipadukan dengan kebijakan perdagangan yang stabil.

"Ekspor Indonesia ke AS 5 tahun terakhir naik di tahun 2023 sudah tembus 2,5 juta ton, turun sedikit 2,3 juta ton di tahun 2024, kalau kembali ke [tarif] 0% ada kemungkinan dua tahun ke depan akan tembus 3 juta ton," terang Ketua Umum Gapki Eddy Martono, dikutip Senin, 29 Desember 2025. 

Baca juga: Pakar Kesehatan Ingatkan: Kurang Terpapar Matahari Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

Kebijakan ini dipandang akan membantu mempertahankan posisi Indonesia sebagai produsen dan eksportir sawit terbesar dunia, sekaligus menjaga nilai ekspor yang signifikan dalam total perdagangan nasional. Sawit merupakan komoditas unggulan yang menyumbang devisa besar dan menyediakan lapangan kerja luas di sektor agribisnis Indonesia.

Meski antusias, pengusaha juga menyoroti perlunya menjaga kualitas komoditas dan kepatuhan terhadap standar internasional, termasuk isu lingkungan dan keberlanjutan. Hal ini penting agar produk sawit Indonesia tidak hanya laku di pasar besar seperti AS, tetapi juga dipandang sebagai pemasok yang bertanggung jawab dan kompetitif secara global.

Dengan berlanjutnya negosiasi dan potensi realisasi bebas tarif atau tarif rendah, industri sawit Indonesia diharapkan semakin tumbuh dan memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor ekspor non-minyak dan gas.

Baca juga: Terasa Sakit di Telapak Kaki? Kenali 6 Gejala Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!