Produksi Ikan Nasional Tembus 3,57 Juta Ton, Pasokan Aman Jelang Ramadhan

Produksi Ikan Nasional Tembus 3,57 Juta Ton, Pasokan Aman Jelang Ramadhan

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono. (Foto : KKP)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID –  Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah dan Hari Raya Idul Fitri 2026, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan bahwa produksi ikan nasional dalam kondisi kuat dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Data terbaru menunjukkan bahwa total produksi ikan nasional diproyeksikan mencapai sekitar 3,57 juta ton untuk periode Januari–Maret 2026, mencakup sektor budidaya dan penangkapan ikan di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, capaian ini merupakan hasil optimalisasi produksi di sektor budidaya sebesar 2,05 juta ton serta hasil tangkapan nelayan sekitar 1,52 juta ton.

Proyeksi 3,57 juta ton itu menunjukkan kemampuan produksi dalam negeri yang kuat untuk menghadapi lonjakan konsumsi selama Ramadhan, terutama di delapan kota besar yang menjadi pusat konsumsi ikan nasional.

Delapan kota besar yang dipantau meliputi Jakarta, Surabaya, Bandar Lampung, Palembang, Medan, Banjarmasin, Makassar, dan Ambon. 

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa semua kota tersebut memiliki persentase ketersediaan ikan yang melebihi 100 persen dari kebutuhan masyarakatnya, sehingga status pasokan ikan di masing-masing wilayah dinyatakan aman.

Misalnya, Jakarta, yang merupakan sentra konsumsi utama dengan kebutuhan sekitar 80.004 ton, mencatat ketersediaan hingga 132 persen, sementara Surabaya mencapai 143 persen, dan Palembang bahkan menunjukkan ketersediaan mencapai 160 persen dibandingkan kebutuhan konsumsi setempat.

Secara keseluruhan catatan ini menggambarkan bahwa pasokan ikan nasional tidak hanya mencukupi tetapi juga berlebih dibandingkan permintaan harian masyarakat menjelang bulan puasa.

Pemerintah bahkan menekankan bahwa stok yang cukup ini juga akan membantu menjaga kestabilan harga ikan di pasar tradisional dan modern, sehingga masyarakat tetap bisa mengakses protein hewani berkualitas dengan harga yang terjangkau selama Ramadhan dan Lebaran.

Pihak KKP juga menyatakan bahwa pengamanan pasokan ikan ini tidak hanya fokus pada produksi semata.

Langkah pendukung seperti penggunaan stok gudang beku, optimalisasi distribusi antarwilayah, serta pemantauan neraca kebutuhan di tingkat konsumen juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan yang merata di seluruh Indonesia.

Hal ini penting karena kebutuhan konsumsi ikan biasanya meningkat tajam saat puasa dan Hari Raya, sementara kondisi cuaca dan musim penangkapan dapat memengaruhi fluktuasi produksi tangkap.

Para pelaku sektor perikanan budidaya juga diarahkan untuk menjaga ritme panen agar pasokan tetap konsisten. Hal ini termasuk persiapan kesiapan tambak dan kolam budidaya untuk masa panen yang tepat waktu, serta koordinasi distribusi agar stok di wilayah yang menjadi konsumen besar tidak defisit.

Pemerintah berharap pendekatan ini dapat mendorong ketahanan pangan berbasis sumber daya laut sekaligus mendukung kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan di berbagai wilayah.

Dengan proyeksi produksi ikan sebesar 3,57 juta ton dan strategi distribusi yang matang, Indonesia dipandang memiliki kesiapan yang kuat menghadapi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat pada momen penting Ramadhan dan Lebaran 2026, sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pangan utama ini di seluruh pasar domestik. 

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!