JAKARTA, NOVOX.ID -Taylor Swift disebut sangat marah dan merasa tidak nyaman setelah pesan pribadi yang ia kirimkan kepada Blake Lively terbongkar ke publik dan menjadi bagian dari dokumen pengadilan. Kebocoran pesan tersebut semakin menyeret nama Swift ke dalam drama berkepanjangan antara Blake Lively dan sutradara film It Ends with Us, Justin Baldoni, yang sejak akhir 2024 terus menjadi sorotan media Hollywood.
Seorang sumber terdekat mengungkapkan bahwa tersebarnya pesan-pesan pribadi itu membuat Taylor Swift merasa privasinya dilanggar. Pesan yang seharusnya bersifat personal kini menjadi konsumsi publik setelah dicantumkan sebagai bagian dari bukti dalam proses hukum. “Sejujurnya, ini sangat sulit bagi Taylor,” ujar sumber tersebut kepada Us Weekly, seperti diberitakan Page Six, Senin 26 Januari 2026. “Tersebarnya pesan-pesannya membuatnya merasa terekspos dan seperti dilanggar. Sesuatu yang sangat pribadi tiba-tiba bukan miliknya lagi. Itu membuatnya sangat tidak nyaman.”
Prilly Latuconsina Pasang Status Open to Work di LinkedIn, Siap Tantang Diri di Dunia Sales
Nama Taylor Swift ikut terseret setelah dokumen pengadilan yang dibuka pada Januari 2025 mengungkap percakapan pesan antara dirinya dan Blake Lively pada 2024. Dalam pesan tersebut, Swift diketahui melontarkan kata kasar kepada Justin Baldoni saat menanggapi pemberitaan New York Times terkait konflik antara Lively dan Baldoni. Swift menyebut Baldoni dengan istilah menghina serta menyindirnya dengan ungkapan “tiny violin”, idiom yang merujuk pada seseorang yang dianggap sedang berpura-pura menjadi korban.
“Gue rasa b*jingan ini tahu sesuatu akan terjadi karena dia sudah mengeluarkan biola kecilnya,” tulis Swift dalam pesan yang kemudian menjadi bagian dari dokumen hukum tersebut. Ungkapan itu memicu kontroversi karena datang dari figur publik sebesar Taylor Swift, yang selama ini dikenal menjaga citra dan jarang terlibat konflik terbuka.
Dokumen yang sama juga mengungkap percakapan Blake Lively yang menyebut Baldoni sebagai “sutradara g*blok” dan “badut” yang merasa dirinya penulis. Percakapan itu memperlihatkan betapa panasnya hubungan internal di balik produksi film It Ends with Us. Namun, kebocoran pesan tersebut justru berdampak luas, menyeret Swift ke pusaran konflik yang sebenarnya tidak ia hadapi secara langsung.
Hingga kini, perwakilan Taylor Swift belum memberikan pernyataan resmi. Page Six melaporkan telah menghubungi pihak Swift untuk meminta tanggapan, tetapi tidak memperoleh respons. Sementara itu, konflik hukum antara Blake Lively dan Justin Baldoni masih berpotensi berlanjut, meski gugatan balik Baldoni senilai US$400 juta terhadap Lively dan Ryan Reynolds sempat ditolak hakim pada Juni 2025. Jika pengadilan memutuskan perkara ini tetap berlanjut, sidang dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei mendatang, dengan bayang-bayang drama baru yang mungkin kembali menyeret nama-nama besar Hollywood.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!