Saham Prajogo Pangestu (CUAN) Kembali Ngamuk: Harga Menguat, Aksi Korporasi dan Sentimen Pasar

Saham Prajogo Pangestu (CUAN) Kembali Ngamuk: Harga Menguat, Aksi Korporasi dan Sentimen Pasar

Prajogo Pangestu. (Foto: Antara)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Harga saham emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), menunjukkan pergerakan yang penuh dinamika dalam beberapa minggu terakhir.

Setelah sebelumnya mengalami tekanan pasar bersama IHSG, saham tersebut kini berbalik arah dan menguat signifikan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini tercatat dalam perdagangan terbaru, di mana CUAN berhasil menghijau setelah periode penurunan yang sempat membebani sentimen investor domestik.

Penguatan CUAN tidak lepas dari beberapa faktor internal dan eksternal yang memengaruhi persepsi pelaku pasar terhadap saham emiten yang dikendalikan oleh Prajogo Pangestu salah satu taipan terkaya Indonesia yang dikenal luas sebagai pemimpin grup Barito Pacific. Selain tren umum perbaikan pasar modal di beberapa sesi terakhir, aksi korporasi juga berperan.

Prajogo tercatat melakukan pembelian saham CUAN secara bertahap dalam beberapa transaksi sepanjang Januari 2026, termasuk pembelian saham di saat pasar menurun. Transaksi ini dipandang sebagai sinyal kepercayaan pemilik terhadap prospek jangka panjang perusahaan, sehingga menjadi faktor pendorong harga saham.

Aksi pembelian saham dilakukan Prajogo di harga rata-rata sekitar Rp 1.525–Rp 1.580 per lembar. Total pembelian mencapai jutaan lembar, yang turut mendongkrak kepemilikannya menjadi lebih dari 84 % modal ditempatkan dan disetor penuh. Langkah ini kerap ditafsirkan pasar sebagai keyakinan investor besar terhadap fundamental perusahaan, terutama di tengah volatilitas indeks saham yang terjadi di Januari 2026.

Sentimen positif terhadap CUAN juga diperkuat oleh aktivitas akumulasi yang dilakukan pada sesi perdagangan tertentu, bahkan ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan dan sempat memicu trading halt pada akhir Januari 2026. Selama periode tersebut, CUAN menjadi salah satu dari sedikit saham yang berhasil menguat, mencerminkan ketahanan relatif di tengah tekanan pasar.

Para analis pasar memandang bahwa penguatan saham CUAN tidak hanya bersifat teknikal, tetapi juga berkaitan dengan kepercayaan investor terhadap prospek sektor energi dan sumber daya yang menjadi fokus usaha Grup Barito melalui anak perusahaannya.

Fundamental yang kuat, dukungan aksi korporasi, serta ekspektasi pemulihan pasar saham secara umum menjadi faktor kunci yang mendorong CUAN kembali hijau. Di sisi lain, sejumlah analis juga mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati karena momentum volatilitas pasar bisa berubah dengan cepat, terutama terkait faktor makroekonomi global.

Meski demikian, rumah investor tetap mencatat aksi korporasi kuat seperti pembelian saham oleh pemegang saham utama sebagai sinyal optimisme jangka panjang yang layak diperhatikan oleh pelaku pasar.

Pergerakan ini menjadi sorotan karena saham CUAN merupakan bagian dari saham-saham milik Prajogo Pangestu yang sering menjadi indikator sentimen terhadap sektor komoditas dan industri dasar di Indonesia.

Ke depan, volatilitas saham ini diperkirakan akan terus dipengaruhi oleh kebijakan internal perusahaan, kondisi likuiditas pasar, serta sentimen luar negeri terkait permintaan energi dan komoditas Indonesia.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!