JAKARTA, NOVOX.ID - Penyanyi pop dunia, Britney Spears, kembali menjadi sorotan setelah dikabarkan menjual bagian kepemilikan atas katalog musiknya yang luas kepada perusahaan penerbit musik Primary Wave. Kesepakatan ini disebut sebagai salah satu keputusan paling signifikan dalam perjalanan karier sang Princess of Pop.
Mengutip laporan TMZ pada Selasa 10 Februari 2026, dokumen hukum terbaru menunjukkan bahwa Britney menandatangani perjanjian penjualan tersebut pada 30 Desember 2025. Meski nilai transaksi tidak dicantumkan secara resmi dalam dokumen, sejumlah sumber menyebut kesepakatan itu mendekati angka US$200 juta, serupa dengan transaksi yang dilakukan Justin Bieber saat menjual katalog musiknya ke Hipgnosis Songs Capital pada Desember 2022.
Britney yang kini dikelola oleh Cade Hudson dilaporkan merasa puas dengan keputusan tersebut. Sumber terdekat menyebut pelantun Toxic itu bahkan merayakan momen penting ini dengan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.
Kesepakatan ini mencakup sederet lagu hit yang membesarkan namanya di industri musik global. Di antaranya (You Drive Me) Crazy, ...Baby One More Time, Oops!... I Did It Again, Gimme More, Circus, hingga Womanizer. Lagu-lagu lain seperti I’m a Slave 4 U, Lucky, Stronger, Toxic, dan Till The World Ends juga termasuk dalam katalog yang dialihkan.
Langkah Britney menempatkannya dalam daftar panjang musisi besar yang memilih menjual hak katalog musik mereka dalam beberapa tahun terakhir. Nama-nama seperti Justin Bieber, Bruce Springsteen, Bob Dylan, Paul Simon, Neil Young, Shakira, KISS, Sting, Phil Collins, hingga Stevie Nicks telah lebih dulu melakukan langkah serupa. Bahkan Stevie Nicks dilaporkan menjual 80 persen saham katalog penerbitannya kepada Primary Wave pada 2020 dengan nilai sekitar US$100 juta.
Keputusan ini juga datang setelah Britney cukup lama tidak aktif di industri musik. Ia belum merilis album baru sejak Glory pada 2016 dan terakhir kali tampil dalam konser pada Oktober 2018 saat menutup tur “Piece of Me” di ajang Formula One Grand Prix di Austin, Texas.
Sempat direncanakan kembali ke Las Vegas pada 2019 untuk residensi bertajuk Domination, proyek tersebut akhirnya dibatalkan dan Britney menghentikan aktivitas panggungnya untuk waktu yang tidak ditentukan. Bahkan, lebih dari sebulan lalu, ia mematahkan harapan penggemar terkait tur di Amerika Serikat.
“Saya tidak akan pernah tampil di AS lagi karena alasan yang sangat sensitif, tetapi saya berharap dapat duduk di atas bangku dengan mawar merah di rambut saya, dikepang, tampil bersama putra saya di Inggris dan Australia segera,” tulis Britney melalui media sosialnya.
Dengan penjualan katalog ini, Britney Spears membuka babak baru dalam hidup dan kariernya, sekaligus menandai perubahan besar dalam lanskap industri musik global.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!