JAKARTA, NOVOX.ID – PT Bank BTPN Syariah Tbk (kode saham: BTPS)
berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,2 triliun sepanjang tahun 2025,
mencatat pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
ini menunjukkan performa yang kuat di tengah tantangan
ekonomi yang masih berlangsung, terutama dalam segmen pembiayaan mikro dan
inklusi keuangan yang menjadi fokus utama bank syariah ini.
Menurut laporan keuangan yang dipublikasikan, laba bersih
BTPS tumbuh sekitar 13 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), naik dari
posisi Rp1,06 triliun di 2024 menjadi sekitar Rp1,2 triliun pada 2025.
Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan kemampuan bank
dalam menjaga profitabilitas, tetapi juga menunjukkan efisiensi operasional dan
kualitas aset yang tetap terjaga.
Penyaluran pembiayaan menjadi salah satu pilar utama dalam kinerja BTPS sepanjang 2025. Bank tersebut mencatat penyaluran pembiayaan mencapai lebih dari Rp10 triliun, yang terutama ditujukan kepada segmen ultra mikro dan masyarakat inklusi.
Segmen ini menjadi kontributor penting dalam
meningkatkan intermediasi keuangan dan membantu mendorong pertumbuhan
usaha-usaha kecil di berbagai daerah di Indonesia.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, menekankan bahwa model
bisnis pendampingan nasabah yang dijalankan bank menjadi salah satu faktor
pendukung utama peningkatan laba.
Melalui program ini, BTPS tidak hanya menyediakan akses
keuangan bagi nasabah ultra mikro, tetapi juga memberikan pendampingan untuk
penguatan perilaku unggul yang dikenal dengan empat pilar: Berani Berusaha,
Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS). Pendekatan ini dinilai
efektif dalam menguatkan kapasitas ekonomi nasabah sekaligus menjaga kualitas
portofolio pembiayaan.
Pendampingan dilaksanakan oleh Community Officer (CO) yang langsung berinteraksi dengan nasabah melalui pertukaran rutin di sentra usaha. CO bertindak sebagai fasilitator sekaligus role model dalam mengimplementasikan prinsip perilaku unggul, terutama dalam membantu pelaku usaha mikro menghadapi situasi ekonomi yang dinamis.
Selain itu, BTPS juga memberikan dukungan khusus kepada
nasabah yang terdampak bencana alam, terutama yang berada di wilayah Sumatera,
melalui berbagai program bantuan dan relaksasi.
Ini menunjukkan komitmen bank untuk tidak hanya mengejar
kinerja finansial, tetapi juga berperan dalam memperkuat ketahanan ekonomi
masyarakat di tengah berbagai tantangan eksternal.
Dari sisi rasio keuangan, kinerja BTPS tetap solid dengan Return
on Assets (RoA) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tinggi posisi modal yang
kuat dan kemampuan mengelola risiko dengan baik.
Meski pendapatan dari beberapa segmen usaha mengalami
tekanan, efisiensi biaya dan strategi penyaluran pembiayaan yang selektif
membantu menjaga profitabilitas secara keseluruhan.
Keberhasilan mencetak laba Rp1,2 triliun ini sekaligus
menegaskan posisi BTPS sebagai salah satu bank syariah yang mampu bertumbuh di
tengah persaingan industri perbankan serta berkontribusi pada pengembangan
sektor inklusi keuangan di Indonesia.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!