Prabowo Panggil Apindo ke Hambalang dan Minta Industri Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Prabowo Panggil Apindo ke Hambalang dan Minta Industri Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID –  Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya dalam upaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja di sektor industri nasional lewat pertemuan penting dengan pimpinan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat.

Pertemuan ini merupakan bagian dari dialog strategis pemerintah dengan dunia usaha untuk meningkatkan kontribusi sektor industri dalam menyerap tenaga kerja dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Dalam audiensi yang berlangsung pada awal pekan ini, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah sangat mengapresiasi peran dunia usaha dalam pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi ada kebutuhan mendesak agar kapasitas penyerapan tenaga kerja dipercepat dan diperluas.

Ia menekankan bahwa pertumbuhan industri harus sejalan dengan pembukaan lapangan kerja yang inklusif sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.

Prabowo juga menggarisbawahi bahwa tantangan besar Indonesia saat ini adalah mengatasi tingginya angka pengangguran serta memastikan bahwa laju perkembangan industri tidak hanya berfokus pada angka output semata, tetapi juga meningkatkan kualitas dan kuantitas lapangan kerja di seluruh rantai nilai industri.

Pemerintah berharap Apindo dan seluruh pelaku usaha dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan peluang kerja, terutama bagi generasi muda dan pekerja yang saat ini masih belum terserap dalam sektor formal.

Menurut sejumlah analis, permintaan Presiden terhadap Apindo sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah terus memprioritaskan penyerapan tenaga kerja di sektor riil sebagai salah satu pilar utama dalam menstabilkan ekonomi dan mengurangi tekanan sosial akibat pengangguran.

Sementara beberapa indikator ekonomi mencatat adanya pertumbuhan sejumlah sektor industri, masih dibutuhkan percepatan dalam menciptakan peluang kerja berkualitas yang mampu mengatasi jumlah angkatan kerja baru setiap tahunnya.

Industri manufaktur, tekstil, garmen, alas kaki, konsumsi, dan sektor padat karya lainnya dipandang sebagai sektor strategis yang memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja, baik di daerah perkotaan maupun di wilayah pinggiran.

Peningkatan investasi di sektor-sektor ini juga dianggap mampu mendukung percepatan penciptaan lapangan kerja sekaligus mendongkrak produktivitas nasional.

Pemerintah pun berharap dunia usaha tidak sekadar mengejar efisiensi operasional, tetapi juga aktif mengambil peran dalam peningkatan kapasitas keterampilan dan kompetensi tenaga kerja domestik.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Apindo menyambut baik panggilan Presiden dan menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk merumuskan strategi konkret yang dapat memperkuat penyerapan tenaga kerja.

Apindo juga menegaskan komitmennya untuk mendorong anggotanya agar lebih proaktif dalam membuka kesempatan kerja baru melalui pengembangan usaha, ekspansi industri, serta peningkatan investasi dalam teknologi yang human-centric.

Para pengusaha juga menyampaikan dukungan terhadap visi pemerintah dalam mengejar pertumbuhan yang inklusif, sekaligus menyadari bahwa ketersediaan tenaga kerja berkualitas merupakan prasyarat penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional, terutama di tengah tekanan global dan dinamika ekonomi internasional.

Pemanggilan Apindo di Hambalang diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih intens antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya dan memperkuat fondasi ekonomi Indonesia ke depan. 

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!