JAKARTA, NOVOX.ID – Jelang musim mudik Lebaran 2026, arus
kendaraan diperkirakan akan sangat ramai di jalan tol Indonesia terutama di tol nasional yang menjadi tulang
punggung perjalanan pemudik dari Jabodetabek menuju wilayah barat, timur dan
selatan.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi sekitar 3,6 juta
kendaraan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek untuk melakukan perjalanan
mudik selama periode libur Lebaran tahun ini, mencerminkan lonjakan mobilitas
masyarakat yang kembali ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul
Fitri.
Prediksi ini disampaikan oleh Direktur Utama Jasa Marga,
Rivan Achmad Purwantoro, yang mengatakan bahwa angka tersebut didasarkan pada data
historis lalu lintas masa libur panjang serta pengalaman pengelolaan lalu
lintas pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya.
Menurut Rivan, proyeksi 3,6 juta kendaraan merupakan estimasi total kendaraan keluar Jabodetabek selama periode arus mudik Lebaran 2026, dengan proporsi sekitar 50 persen kendaraan bergerak ke arah timur, seperti Bandung dan Trans Jawa.
Sekitar 28 persen diarah ke barat (Merak), sementara sekitar
20,7 persen kendaraan akan menuju arah selatan melalui jalur Ciawi dan
sekitarnya.
Volume lalu lintas yang tinggi ini memperlihatkan bahwa
perjalanan mudik masih menjadi tradisi kuat bagi masyarakat Indonesia, meskipun
beberapa faktor lain seperti biaya transportasi, harga bahan bakar, dan pilihan
moda transportasi alternatif turut memengaruhi perilaku perjalanan.
Jasa Marga sendiri telah mempersiapkan layanan jalan tol
untuk menghadapi lonjakan arus mudik ini, termasuk rekayasa lalu lintas seperti
contra-flow, kerja sama pengaturan kendaraan besar, hingga peningkatan
layanan di rest area dan fasilitas pendukung lainnya untuk konsumsi, istirahat,
dan informasi arus lalu lintas.
Menurut catatan sebelumnya dari Jasa Marga, arus mudik
Lebaran 2025 saja sudah menampilkan jutaan kendaraan keluar dari Jakarta
melalui tol, dan puncak arus terjadi beberapa hari sebelum Hari Raya.
Lonjakan kendaraan menuju arah Trans Jawa menjadi perhatian utama, karena ruas tol dari Cikampek Utama hingga timur Jawa Tengah dan Jawa Timur sering mengalami kepadatan tinggi saat puncak arus mudik.
Selain itu, long weekend dan kebijakan kerja fleksibel
seperti Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan selama periode
menjelang Lebaran juga dapat memengaruhi pola keberangkatan kendaraan,
mendorong sebagian keluarga berangkat lebih awal untuk menghindari puncak
kepadatan.
Guna meningkatkan kelancaran dan keselamatan arus mudik,
Jasa Marga bersama pihak kepolisian serta instansi terkait terus melakukan
koordinasi, memetakan titik rawan kemacetan dan menyiapkan sistem informasi
real-time untuk pemudik yang menggunakan jalan tol.
Kendati demikian, angka prediksi jutaan kendaraan ini juga
menjadi tantangan besar bagi pengelola tol dan pihak berwajib dalam memastikan
arus mudik berjalan lancar.
Upaya pengaturan rekayasa lalu lintas, pengawasan di rest area, serta pelayanan informasi lalu lintas yang responsif diharapkan dapat mengurangi risiko antre panjang, kecelakaan, dan tekanan terhadap fasilitas tol yang digunakan jutaan pemudik dari berbagai wilayah Indonesia.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!