JAKARTA, NOVOX.ID - Film dokumenter berjudul Melania secara mengejutkan mencatatkan hasil gemilang di box office Amerika Utara pada pekan pembukaan. Film yang mengisahkan kehidupan Melania Trump menjelang pelantikan Presiden Donald Trump untuk kedua kalinya pada Januari 2025 itu berhasil menembus tiga besar box office akhir pekan domestik.
Diberitakan Variety, Minggu 1 Februari 2026, Melania meraup pendapatan sebesar US$7,04 juta atau sekitar Rp118,1 miliar dari 1.778 bioskop di Amerika Utara. Capaian ini jauh melampaui proyeksi awal industri yang memperkirakan pendapatan film tersebut hanya berada di kisaran US$3 hingga US$5 juta.
Keberhasilan ini tergolong signifikan, mengingat Melania merupakan film dokumenter non-musik, genre yang umumnya memiliki pasar terbatas di bioskop. Pencapaian tersebut sekaligus menempatkan film ini di posisi ketiga box office domestik, di bawah film thriller Send Help karya Sam Raimi dan film independen Iron Lung garapan YouTuber Markiplier.
“Kami sangat terdorong oleh pembukaan yang kuat dan respons positif penonton,” ujar Kepala Distribusi Teatrikal Domestik Amazon MGM, Kevin Wilson. “Momentum ini merupakan langkah awal penting dari siklus jangka panjang yang kami rencanakan untuk layanan streaming kami.”
Meski demikian, performa box office ini dinilai belum cukup untuk menutup biaya produksi dan pemasaran yang sangat besar. Amazon MGM diketahui menggelontorkan dana sekitar US$40 juta untuk hak siar film tersebut, ditambah sekitar US$35 juta untuk kebutuhan promosi.
Analis industri memperkirakan Melania setidaknya harus mengumpulkan pendapatan US$40 hingga US$45 juta untuk mencapai titik impas. Besarnya investasi ini memicu spekulasi mengenai motif di balik proyek tersebut.
“Sebagus apa pun pembukaan ini untuk film dokumenter, jika ini adalah film lain dengan biaya US$75 juta dan pasar internasional yang minim, hasil seperti ini akan menjadi masalah,” kata David A. Gross dari Franchise Entertainment Research. “Namun ini adalah investasi politik, bukan murni proyek pencari laba.”
Data penonton menunjukkan film ini didominasi perempuan, dengan persentase mencapai 72 persen, dan sebanyak 83 persen di antaranya berusia di atas 45 tahun. Basis penonton terbesar berasal dari wilayah yang dikenal sebagai kantong pendukung Trump, seperti Dallas, Orlando, Tampa, Phoenix, dan West Palm Beach.
Ironisnya, meski mendapat nilai A dari CinemaScore berdasarkan respons penonton, Melania hanya mencatatkan skor 10 persen di Rotten Tomatoes akibat ulasan tajam dari para kritikus film. Film ini juga sempat menuai kontroversi karena disutradarai Brett Ratner, yang kembali ke industri setelah tersandung kasus dugaan pelecehan seksual pada 2017.
Laporan Rolling Stone bahkan menyebutkan suasana di balik layar sempat memanas, dengan sekitar dua pertiga kru produksi di New York meminta nama mereka dihapus dari kredit resmi film.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!