JAKARTA, NOVOX.ID -Hubungan asmara ternyata tak hanya diuji oleh jarak atau konflik personal, tetapi juga kondisi ekonomi. Kehilangan pekerjaan atau mengalami masa pengangguran disebut memiliki dampak signifikan terhadap relasi percintaan, terutama bagi laki-laki. Bahkan, risiko putus hubungan pada pria disebut bisa meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan perempuan.
Temuan tersebut terungkap dalam survei yang dilakukan biro jodoh asal Amerika Serikat, Tawkify, terhadap 1.000 responden dan dirilis pada 5 Januari lalu. Hasil survei menunjukkan bahwa laki-laki menghadapi tekanan sosial dan stigma yang lebih besar ketika kehilangan pekerjaan, terutama saat menjalani atau membangun hubungan asmara.
Sebanyak 68 persen responden meyakini bahwa pria menerima stigma yang lebih berat dibandingkan perempuan ketika menganggur. Kondisi ini berdampak langsung pada dinamika hubungan, mulai dari kepercayaan diri hingga pola interaksi dengan pasangan.
Doa Pembuka dan Penutup Isra Miraj: Bacaan, Arti, dan Makna yang Patut Dibaca Umat Muslim
Keterbatasan finansial menjadi tantangan terbesar bagi mereka yang kehilangan pekerjaan. Survei mencatat, 65 persen responden mengaku kendala ekonomi membuat aktivitas berkencan menjadi sulit. Akibatnya, 33 persen responden memilih berhenti berkencan sama sekali, sementara 25 persen lainnya tetap berkencan tetapi dengan pilihan aktivitas yang lebih hemat.
Justin Lehmiller, peneliti senior di Kinsey Institute for Sex and Relationship Research sekaligus pembawa acara Sex and Psychology Podcast, menyebut fenomena ini sebagai hal yang dapat dipahami. Ia menilai, masa pengangguran kerap membuat seseorang menutup diri secara emosional.
“Ini benar-benar dapat memperburuk perasaan malu dan kecemasan tentang pengangguran,” ujar Lehmiller.
Menurutnya, tekanan itu sering muncul sejak tahap awal pendekatan, ketika pertanyaan soal pekerjaan menjadi topik pembuka yang umum. Ketakutan menghadapi pertanyaan tersebut dapat membuat seseorang enggan membangun kedekatan emosional.
Lehmiller menegaskan bahwa mengambil jeda dari urusan asmara saat menghadapi pengangguran bukanlah keputusan yang salah. Masa tersebut bisa dimanfaatkan untuk memulihkan kesehatan mental dan menata kembali kepercayaan diri.
Pandangan serupa disampaikan Dan Space, mantan profesional di divisi sumber daya manusia Electronic Arts dan Spotify. Ia menyarankan agar masa menganggur dimanfaatkan untuk aktivitas yang menenangkan dan memberi ruang bagi diri sendiri.
Meski demikian, para ahli mengingatkan pentingnya tetap menjaga koneksi sosial. Menutup diri sepenuhnya justru dapat memperparah tekanan psikologis. Dukungan emosional dari keluarga dan teman dinilai sangat krusial untuk membantu seseorang melewati masa sulit, termasuk dalam urusan cinta dan kepercayaan diri.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!