JAKARTA, NOVOX.ID - Pemerintah Korea Selatan terus
mempercepat reformasi pasar keuangannya dengan menargetkan penerapan perdagangan
pasar valuta asing (valas) selama 24 jam penuh mulai Juli 2026. Langkah ini
menjadi bagian strategi lebih luas untuk meningkatkan aksesibilitas won Korea
dan menarik partisipasi investor global, terutama dalam upaya masuk ke dalam Morgan
Stanley Capital International (MSCI) Developed Markets Index indeks yang
menjadi tolok ukur investor internasional terhadap tingkat maturitas pasar
suatu negara.
Reformasi tersebut bertujuan mengatasi keterbatasan jam operasi pasar valas domestik yang selama ini hanya terbuka hingga dini hari. Saat ini, pasar spot untuk pasangan mata uang won-dolar beroperasi dari pukul 09.00 hingga 02.00 waktu setempat, dengan transaksi terbatas melalui broker yang disetujui pemerintah. Namun rencana baru pemerintah Korea Selatan akan mengubah jam operasi tersebut menjadi 24 jam sehari, sehingga pasar dapat mencakup seluruh zona waktu utama termasuk Amerika Utara dan Eropa yang menjadi pasar utama investasi global.
Selain memperpanjang jam perdagangan, pemerintah juga
menyiapkan sistem kliring won offshore yang memungkinkan lembaga keuangan asing
membuka rekening won secara domestik dan melakukan transaksi valas tanpa harus
melalui batasan broker lokal. Sistem ini akan diluncurkan dalam bentuk pilot
pada September 2026, awalnya untuk investor institusional asing dengan tingkat
partisipasi tinggi. Nantinya akan diperluas secara bertahap kepada lebih banyak
lembaga keuangan global.
Rencana 24 jam pasar valas juga mencakup pengembangan jaringan
penyelesaian (settlement) won 24 jam di Bank of Korea, sehingga lembaga asing
bisa menyelesaikan transaksi walaupun di luar jam kerja normal. Pemerintah
berharap reformasi ini dapat menarik kembali aliran transaksi won yang selama
ini mengalir ke pasar luar negeri (NDF non-deliverable forward) karena
keterbatasan akses di pasar domestik.
Langkah tersebut selaras dengan upaya memperkuat won di mata dunia. Korea Selatan telah memperluas jam perdagangan valas sebelumnya hingga pukul 02.00 untuk mengakomodasi jam perdagangan Eropa, dan perluasan ini diklaim telah meningkatkan volume transaksi harian pasar valas domestik secara substansial. Data menunjukkan bahwa setelah perluasan sebelumnya, volume perdagangan spot harian meningkat sekitar 16,3 persen dibandingkan periode sebelum perluasan, menunjukkan respons positif pelaku pasar terhadap reformasi jam perdagangan yang lebih panjang.
Pelonggaran regulasi dan perluasan jam operasi pasar valas
dianggap sebagai langkah penting untuk meningkatkan likuiditas won dan
meningkatkan daya tarik Korea Selatan bagi investor global. Reformasi ini juga
dipandang sebagai bagian dari agenda Presiden Lee Jae-myung untuk menghilangkan
Korea discount istilah yang merujuk pada undervaluasi relatif pasar
domestik Korea di mata investor global dan meningkatkan posisi ekonomi negeri
tersebut di kancah internasional.
Namun, sebagian analis mencatat bahwa meskipun perubahan jam
perdagangan merupakan langkah besar, kesuksesan pasar valas 24 jam tetap
tergantung pada bagaimana infrastruktur pasar, pengawasan, dan kesiapan
lembaga-lembaga keuangan Korea dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan
transaksi global yang terus berkembang. Kritikus juga mencatat bahwa perluasan
jam perdagangan saja tidak cukup tanpa dukungan likuiditas yang kuat di seluruh
jam operasi untuk menarik partisipasi investor global secara signifikan.
Secara keseluruhan, reformasi pasar valas Korea Selatan menunjukkan komitmen negara tersebut untuk meningkatkan keterbukaan dan akses pasar sekaligus memperkuat won sebagai mata uang global yang kompetitif di pasar internasional.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!