JAKARTA, NOVOX.ID - Harga perak murni yang dijual
oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan tren penguatan pada
perdagangan Selasa, 6 Januari 2026. Komoditas logam mulia ini terpantau naik
tinggi sebesar Rp1.000 dibanding hari sebelumnya, menembus level Rp47.265 per
gram.
Data dari laman resmi Logam Mulia mencatat bahwa pada Selasa
pagi, harga perak Antam berhasil mengalami kenaikan signifikan dibanding posisi
hari Senin (5 Januari 2026) yang berada di sekitar Rp46.265 per gram. Tren
kenaikan ini juga melanjutkan penguatan sebelumnya dalam beberapa hari
terakhir.
Lonjakan harga perak Antam seiring dengan permintaan yang meningkat terhadap logam mulia di tengah kondisi pasar yang dinamis pada awal tahun. Ketidakpastian ekonomi global dan berbagai sentimen geopolitik sering membuat investor mencari aset-aset yang dianggap relatif aman, termasuk logam mulia seperti perak dan emas.
Meskipun pergerakan harga perak dunia
berfluktuasi bahkan sempat melemah di pasar internasional menjelang 5 Januari
harga perak Antam domestik tetap menunjukkan kekuatan di pasar lokal.
Untuk pecahan yang lebih besar, harga dasar perak batangan Antam menunjukkan pasangan nilai yang sebanding. Misalnya, perak Antam dengan berat 250 gram dipatok sekitar Rp12.216.250 sebelum pajak, sedangkan harga dengan PPN 11% menjadi sekitar Rp13.560.038. Sementara itu, batangan 500 gram dipasarkan pada kisaran Rp23.632.500, dan setelah PPN angka tersebut naik menjadi di atas Rp26 juta.
Tidak hanya perak batangan besar, harga perak Antam heritage
yang lebih kecil pun ikut mengalami kenaikan. Batangan 31,1 gram dihargai
sekitar Rp2.017.740 (sebelum pajak), sedangkan batangan 186,6 gram berada di
kisaran Rp10.984.945 sebelum PPN. Ini menunjukkan bahwa seluruh segmen pecahan
perak Antam mengalami pergerakan harga positif pada Selasa pagi.
Pergerakan harga perak ini sering dipengaruhi oleh beberapa
faktor global, termasuk harga perak berjangka di pasar internasional. Misalnya,
harga perak berjangka tercatat pada kisaran tinggi dalam beberapa waktu
terakhir, menguat puluhan persen dari tahun sebelumnya mencerminkan reli
komoditas logam ini sebagai instrumen investasi dan pelindung nilai terhadap
risiko pasar.
Para analis menyebut bahwa permintaan investasi terhadap logam mulia seperti perak bisa meningkat saat pasar finansial menghadapi ketidakpastian, inflasi, atau gejolak geopolitik.
Hal ini membuat perak bukan
hanya produk logam fisik untuk kolektor, tetapi juga dilihat sebagai aset
penyimpan nilai jangka menengah hingga panjang.
Dengan kenaikan terbaru pada 6 Januari 2026, harga perak Antam kembali mencuri perhatian pelaku pasar logam mulia dan investor ritel yang memanfaatkan momentum awal tahun untuk mengevaluasi portofolio komoditas mereka.
Pergerakan harga ini juga memberi sinyal bahwa tren positif pada segmen logam mulia bisa berlanjut sepanjang kuartal pertama tahun ini, tergantung pada dampak ekonomi global dan permintaan investor.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!