JAKARTA, NOVOX.ID - Tahun 2025 menjadi periode penting bagi Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) dalam membangun fondasi prestasi jangka panjang. Melalui rangkaian program pembinaan yang terstruktur sepanjang tahun, panahan Indonesia menutup musim kompetisi dengan pencapaian tertinggi berupa enam medali emas, dua perunggu, dan gelar juara umum pada SEA Games 2025 Thailand.
PB Perpani menempatkan penguatan sistem pembinaan sebagai prioritas utama, tidak hanya mengejar hasil instan, tetapi memastikan kesinambungan prestasi dari level usia dini hingga elite. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui kombinasi keikutsertaan di turnamen internasional, penguatan kompetisi nasional, serta peningkatan kualitas pelatih dan wasit.
“Kami percaya bahwa kemajuan panahan Indonesia tak hanya sebatas menjadi juara. Namun juga proses penguatan yang konsisten dan berkesinambungan dari mulai kompetisi usia dini hingga kemampuan pelatih dan wasit,” ujar Perpani dikutip NOVOX.ID dari Antara pada Rabu 31 Desember 2025.
Baca juga: Pep Guardiola Himbau Anak Asuhnya Untuk Nikmati Jeda Libur Natal
Agenda pembinaan internasional dimulai pada April 2025 dengan pengiriman delapan atlet recurve ke Hyundai World Archery Stage 1 di Auburndale, Amerika Serikat. Indonesia menurunkan empat pemanah putra dan empat pemanah putri, yang berhasil menembus peringkat sepuluh besar dunia di sejumlah nomor beregu.
Pada Mei, fokus PB Perpani beralih ke penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan wasit panahan tingkat nasional di Cikarang, Jawa Barat, yang diikuti puluhan wasit dari berbagai provinsi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi dalam negeri.
Bulan Juni diwarnai prestasi internasional saat tim panahan Indonesia tampil pada Asia Cup di Singapura dan membawa pulang dua emas, satu perak, serta dua perunggu. Pada periode yang sama, Kejuaraan Nasional Panahan Junior di Kudus mencatat partisipasi terbesar sepanjang sejarah dengan ratusan pemanah dari hampir seluruh provinsi di Indonesia.
Agenda berlanjut pada Juli dengan keikutsertaan tim compound Indonesia di Hyundai Archery World Cup Stage 4 di Madrid, Spanyol, serta pelatihan pelatih panahan tingkat nasional di Karawaci, Tangerang, bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Pembinaan atlet muda kembali ditegaskan pada Agustus melalui keikutsertaan tim junior Indonesia di World Archery Youth Championship di Kanada. Sementara pada September, Diananda Choirunisa mencetak pencapaian penting dengan menembus empat besar Kejuaraan Dunia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di level elite dunia.
Baca juga: Sejarah Boxing Day Liga Inggris: Dari Laga Natal hingga Rekor 66 Gol
PB Perpani juga aktif dalam forum internasional dengan menghadiri Kongres Panahan Dunia ke-56, serta menggelar pelatihan pelatih level utama nasional di Surabaya bersama Kemenpora. Kompetisi nasional terus digelar hingga akhir tahun, termasuk Kejurnas Umum Panahan di Bali dan Kejurnas Antarklub MilkLife Archery Challenge di Kudus yang diikuti lebih dari seribu pemanah.
Seluruh rangkaian program tersebut bermuara pada SEA Games 2025 Thailand. Tim panahan Indonesia tampil dominan dengan merebut enam medali emas dari berbagai nomor recurve dan compound, serta menambah dua medali perunggu dari nomor beregu campuran.
“Terima kasih untuk semua insan panahan di Tanah Air yang terus mendukung, berkontribusi, dan memberi masukan selama 2025. Semoga tahun depan menjadi tahun yang lebih cerah untuk panahan Indonesia,” kata Perpani.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa pendekatan pembinaan jangka panjang yang dijalankan PB Perpani mampu menghasilkan prestasi puncak sekaligus menjaga kesinambungan kekuatan panahan Indonesia di tingkat regional dan internasional.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!