Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Hadapi Ujian Fisik, Souto Soroti Karakter Kirgistan

Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Hadapi Ujian Fisik, Souto Soroti Karakter Kirgistan

Timnas Futsal Indonesia bersiap menghadapi tantangan berat saat bertemu Kirgistan (Foto: Instagram/@federasifuts_id.)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Timnas Futsal Indonesia bersiap menghadapi tantangan berat saat bertemu Kirgistan pada lanjutan Piala Asia Futsal 2026. Pelatih kepala Hector Souto menilai pertandingan ini akan menuntut kesiapan berbeda dibanding laga-laga sebelumnya, terutama karena karakter permainan lawan yang mengedepankan kekuatan fisik dan duel individu.

Souto menilai Kirgistan memiliki profil tim yang solid dan agresif. Menurutnya, pemain-pemain Kirgistan dikenal memiliki kecepatan, kekuatan, serta kemampuan satu lawan satu yang membuat mereka berbahaya di berbagai situasi permainan.

“Kirgistan adalah tim Asia Tengah yang sangat kuat. Pemainnya cepat, kuat, dan punya kualitas individu yang bagus dalam duel satu lawan satu,” kata Souto dikutip NOVOX.ID dari tvrinews.com Minggu 28 Januari 2026.

Pelatih asal Spanyol itu menjelaskan bahwa perbedaan gaya bermain menjadi faktor utama yang harus diantisipasi Indonesia. Ia menilai tim-tim Asia Tenggara cenderung mengandalkan tempo cepat dan dominasi bola, sementara Kirgistan tampil dengan pendekatan yang lebih fisikal dan langsung.

Menurut Souto, Indonesia selama ini relatif nyaman menghadapi lawan-lawan seperti Vietnam, Myanmar, atau Thailand. Namun, ketika berhadapan dengan tim dari kawasan Asia Timur, Asia Tengah, hingga Asia Barat, tuntutan permainan akan meningkat secara signifikan.

“Negara-negara di kawasan itu berkembang sangat cepat. Kalau Asia Tenggara tidak mempercepat tempo permainan, ke depan akan semakin sulit,” ujar Souto.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Souto memastikan Indonesia tidak akan kehilangan jati dirinya. Ia menegaskan timnya tetap akan mengandalkan permainan cepat dan penguasaan bola, dengan penyesuaian teknis dan taktikal sesuai kebutuhan pertandingan. Ia menilai kemampuan membaca situasi menjadi aspek penting di turnamen besar seperti Piala Asia.

“Kami selalu menyesuaikan game plan dengan lawan. Kami tidak bisa bermain dengan cara yang sama menghadapi semua tim. Kami bukan Brasil, kami Indonesia,” ucap Souto.

Pendekatan adaptif itu, menurut Souto, sudah diterapkan timnya dalam berbagai ajang internasional. Ia menyinggung pengalaman Indonesia di Piala AFF Futsal, SEA Games, Four Nations Series, hingga laga uji coba menghadapi Argentina sebagai proses pembelajaran penting bagi tim.

“Kami selalu mencoba mendekati pertandingan dengan sangat serius. Detail kecil yang membuat perbedaan,” tutur Souto.

Soal target, Souto memilih bersikap hati-hati. Ia menegaskan timnya tidak ingin terjebak pada hitung-hitungan jauh ke depan dan lebih memilih fokus pada situasi terkini. Laga melawan Kirgistan dinilai krusial karena berpotensi menentukan posisi Indonesia di klasemen grup.

“Kalau menang, kami otomatis lolos. Kalau kalah, situasinya akan lebih rumit. Jadi kami fokus pada pertandingan ini saja dan lihat hasilnya nanti,” kata Souto.

Souto juga menggambarkan pertandingan tersebut sebagai laga dengan intensitas tinggi dan duel yang ketat, yang menuntut ketahanan fisik serta konsentrasi penuh dari awal hingga akhir pertandingan.

Timnas Futsal Indonesia dijadwalkan menghadapi Kirgistan pada 29 Januari 2026, lalu melanjutkan perjuangan di fase grup dengan menghadapi Irak pada 31 Januari 2026. Saat ini, Indonesia berada di posisi teratas klasemen sementara dengan tiga poin, memiliki jumlah poin yang sama dengan Irak, namun unggul selisih produktivitas gol.

Sebelumnya, Indonesia membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan usai menundukkan Korea Selatan 5-0.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!