Piala Asia Futsal 2026: Jepang Bidik Gelar, Laga Kontra Australia Jadi Momen Kebangkitan

Piala Asia Futsal 2026: Jepang Bidik Gelar, Laga Kontra Australia Jadi Momen Kebangkitan

Jepang Bidik Gelar, Laga Kontra Australia (Foto: Instagram/@japanfootballaasociation)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Timnas futsal Jepang memulai langkahnya di Piala Asia Futsal 2026 dengan ambisi besar. Pelatih Kensuke Takahashi secara terbuka menyatakan bahwa timnya menargetkan gelar juara, dimulai dari pertandingan perdana menghadapi Australia di Indonesia Arena, Selasa.

Sebagai salah satu kekuatan utama futsal Asia, Jepang datang ke turnamen ini dengan tekad menebus kegagalan pada edisi sebelumnya. Meski berstatus sebagai juara empat kali, Jepang justru tersingkir di fase grup pada Piala Asia Futsal 2024, sebuah hasil yang menjadi motivasi utama bagi skuad saat ini.

“Target kami adalah juara,” kata Kensuke pada jumpa pers prapertandingan, Selasa.

“Kami membuat persiapan yang bagus menjelang pertandingan melawan Australia karena ini laga terpenting fase grup, jadi kami menginginkan hasil yang baik."

Pada Piala Asia Futsal 2026, Jepang tergabung di Grup C bersama Uzbekistan, Tajikistan, dan Australia. Grup ini dipandang sebagai salah satu grup tersulit, mengingat Uzbekistan dan Tajikistan merupakan semifinalis pada edisi terakhir turnamen.

Kensuke menyebut kekuatan timnya kali ini dibangun dari kombinasi pemain berpengalaman dan wajah baru. Proses regenerasi dilakukan segera setelah kegagalan di Piala Asia sebelumnya, dengan tujuan membentuk tim yang lebih siap secara mental dan taktikal.

“Skuad ini dibentuk tepat setelah Piala Asia terakhir (2024). Beberapa pemain punya pengalaman dari turnamen sebelumnya, tetapi ada juga yang belum," kata Kensukedikutip NOVOX.ID dari Antara pada Rabu 28 Januari 2026.

Ia juga menegaskan laga pembuka memiliki makna khusus bagi Jepang, bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga upaya menghapus memori buruk dari kegagalan sebelumnya.

"Kami juga ingin menggunakan laga pertama untuk menghapus kenangan buruk dari turnamen sebelumnya," kata Kensuke.

Australia, yang akan menjadi lawan pertama Jepang, datang dengan kondisi psikologis yang tidak jauh berbeda. Pada Piala Asia Futsal 2024, tim Negeri Kanguru juga gagal melaju dari fase grup. Bahkan, hasil yang diraih Australia terbilang lebih buruk setelah selalu kalah dalam tiga pertandingan Grup B melawan Uzbekistan, Irak, dan Arab Saudi, dan harus finis sebagai juru kunci.

Meski demikian, pelatih Australia Miles Downie menilai turnamen ini sebagai tantangan besar bagi timnya, terutama menghadapi lawan sekelas Jepang di laga pembuka.

“Kami menjalani kualifikasi yang bagus, tetapi Piala Asia berada di level yang berbeda,” kata pelatih Australia Miles Downie.

“Kami akan menghadapi Jepang dan bagi kami ini sangat menarik karena kami datang untuk melawan tim-tim terbaik."

Downie menambahkan bahwa persaingan ketat di Grup C justru menjadi pemicu motivasi bagi para pemainnya. Menurutnya, menghadapi tim-tim papan atas Asia akan menguji kekuatan mental dan karakter skuad Australia.

“Grup ini benar-benar kelas atas. Tapi saya beruntung, kelompok pemain ini rela melakukan apa pun satu sama lain dan mentalitas mereka sangat kuat," kata dia.

Laga Jepang melawan Australia pun diprediksi menjadi penentu arah persaingan di Grup C, sekaligus ujian awal bagi ambisi Jepang untuk kembali merajai futsal Asia pada edisi 2026.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!