Spotify Kena Bajak, Peretas Klaim Bakal Rilis Jutaan Lagu di Jaringan Torrent

Spotify Kena Bajak, Peretas Klaim Bakal Rilis Jutaan Lagu di Jaringan Torrent

Ilustrasi Logo Spotify(Foto: AFP/MARTIN BUREAU)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Layanan streaming musik paling populer di dunia, Spotify, kembali menjadi sorotan setelah sebuah kelompok peretas atau aktivis pembajakan mengaku berhasil mengunduh dan “mencadangkan” ratusan juta lagu dari platform tersebut. Menurut laporan, kelompok yang menyebut dirinya Anna’s Archive telah melakukan scraping terhadap perpustakaan musik Spotify dan berencana merilis jutaan lagu beserta metadata secara massal melalui jaringan torrent.

Baca juga: Bonnie Blue Kembali Jadi Sorotan Usai Aksi dengan Bendera Merah Putih di Depan KBRI London

Dalam klaim yang dipublikasikan oleh grup tersebut, mereka berhasil mengekstrak sekitar 86 juta file audio musik yang dianggap mewakili sebagian besar musik yang paling sering diputar oleh pengguna Spotify, serta ribuan data metadata lagu, artis, dan detail rekaman yang terkait. Volume data yang disebutkan mencapai ratusan terabyte, menjadikannya salah satu upaya pembajakan terbesar dalam sejarah layanan streaming musik digital.

Spotify sendiri telah mengonfirmasi bahwa telah terjadi akses tidak sah terhadap bagian dari perpustakaan kontennya, meskipun belum memastikan jumlah lengkap data yang berhasil dibobol. Perusahaan menyatakan bahwa mereka telah menonaktifkan akun pengguna yang bertanggung jawab atas insiden tersebut dan menerapkan berbagai safeguard baru untuk mencegah serangan serupa di masa depan. Tidak ada indikasi bahwa data pribadi pengguna Spotify seperti email atau detail pembayaran terungkap dalam insiden ini.

Kelompok peretas menyatakan bahwa motivasi mereka bukan semata untuk “mencuri” musik, tetapi untuk menciptakan semacam arsip digital terbuka untuk pelestarian budaya musik, yang menurut mereka penting karena musik digital di layanan streaming dapat hilang jika lisensi atau kontrak berpindah tangan. Mereka mengklaim bahwa arsip ini akan tersedia melalui peer-to-peer (P2P) seperti torrent, yang memudahkan siapa saja dengan penyimpanan besar untuk mengakses koleksi tersebut.

Namun, reaksi industri musik dan pemilik hak cipta tidak positif. Para ahli dan pihak label menilai upaya tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak cipta yang serius dan dapat merugikan kreator musik secara finansial. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa koleksi besar file musik ini bisa disalahgunakan untuk membangun layanan streaming alternatif bajakan atau melatih model kecerdasan buatan tanpa izin dari pemegang lisensi.

Spotify menegaskan komitmennya untuk terus bekerja dengan komunitas artis dan mitra industri untuk melindungi hak cipta serta menangkal upaya pelanggaran semacam ini. Meskipun layanan Spotify sendiri tetap berjalan normal bagi pengguna, insiden ini membuka perdebatan luas mengenai keamanan data digital, hak cipta musik, dan tantangan baru di era streaming global. 

Baca juga: Biaya Ganti Layar Samsung Galaxy Z TriFold Bisa Hampir Setara Beli Galaxy S25 Baru

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!