JAKARTA, NOVOX.ID - Layanan streaming musik paling populer di dunia, Spotify, kembali menjadi sorotan setelah sebuah kelompok peretas atau aktivis pembajakan mengaku berhasil mengunduh dan “mencadangkan” ratusan juta lagu dari platform tersebut. Menurut laporan, kelompok yang menyebut dirinya Anna’s Archive telah melakukan scraping terhadap perpustakaan musik Spotify dan berencana merilis jutaan lagu beserta metadata secara massal melalui jaringan torrent.
Baca juga: Bonnie Blue Kembali Jadi Sorotan Usai Aksi dengan Bendera Merah Putih di Depan KBRI London
Dalam klaim yang dipublikasikan oleh grup tersebut, mereka
berhasil mengekstrak sekitar 86 juta file audio musik yang dianggap mewakili
sebagian besar musik yang paling sering diputar oleh pengguna Spotify, serta
ribuan data metadata lagu, artis, dan detail rekaman yang terkait. Volume data
yang disebutkan mencapai ratusan terabyte, menjadikannya salah satu upaya
pembajakan terbesar dalam sejarah layanan streaming musik digital.
Spotify sendiri telah mengonfirmasi bahwa telah terjadi akses
tidak sah terhadap bagian dari perpustakaan kontennya, meskipun belum
memastikan jumlah lengkap data yang berhasil dibobol. Perusahaan menyatakan
bahwa mereka telah menonaktifkan akun pengguna yang bertanggung jawab atas
insiden tersebut dan menerapkan berbagai safeguard baru untuk mencegah
serangan serupa di masa depan. Tidak ada indikasi bahwa data pribadi pengguna
Spotify seperti email atau detail pembayaran terungkap dalam insiden ini.
Kelompok peretas menyatakan bahwa motivasi mereka bukan
semata untuk “mencuri” musik, tetapi untuk menciptakan semacam arsip digital
terbuka untuk pelestarian budaya musik, yang menurut mereka penting karena
musik digital di layanan streaming dapat hilang jika lisensi atau kontrak
berpindah tangan. Mereka mengklaim bahwa arsip ini akan tersedia melalui peer-to-peer
(P2P) seperti torrent, yang memudahkan siapa saja dengan penyimpanan besar
untuk mengakses koleksi tersebut.
Namun, reaksi industri musik dan pemilik hak cipta tidak
positif. Para ahli dan pihak label menilai upaya tersebut merupakan bentuk
pelanggaran hak cipta yang serius dan dapat merugikan kreator musik secara
finansial. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa koleksi besar file musik ini bisa
disalahgunakan untuk membangun layanan streaming alternatif bajakan atau
melatih model kecerdasan buatan tanpa izin dari pemegang lisensi.
Spotify menegaskan komitmennya untuk terus bekerja dengan komunitas
artis dan mitra industri untuk melindungi hak cipta serta menangkal upaya
pelanggaran semacam ini. Meskipun layanan Spotify sendiri tetap berjalan normal
bagi pengguna, insiden ini membuka perdebatan luas mengenai keamanan data
digital, hak cipta musik, dan tantangan baru di era streaming global.
Baca juga: Biaya Ganti Layar Samsung Galaxy Z TriFold Bisa Hampir Setara Beli Galaxy S25 Baru
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!