JAKARTA, NOVOX.ID - Konten video yang diunggah oleh suami influencer Azkia melalui akun Instagram pribadinya, @azkiave, mendadak viral dan memancing perdebatan luas di media sosial. Video tersebut menampilkan pandangan Yuka mengenai pendidikan tinggi yang menuai beragam respons dari warganet.
Dalam video yang beredar, Yuka menyebut bahwa kuliah bisa dianggap sebagai “scam” bagi sebagian orang, khususnya jika tidak dijalani dengan spesialisasi yang jelas. Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan publik dan memicu diskusi panjang terkait relevansi pendidikan tinggi di era modern.
Yuka menegaskan bahwa kuliah tidak selalu memberikan manfaat yang sama bagi setiap individu. Menurutnya, pendidikan tinggi akan terasa lebih bernilai apabila ditempuh dengan tujuan yang terarah dan pada bidang yang memang membutuhkan keahlian khusus.
Konten Kreator Azkia Vidiana Putri Nikah Muda Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Aturan Hukumnya
Pernyataan ini kemudian memunculkan pandangan tandingan dari publik yang menilai bahwa kuliah bukanlah sebuah penipuan, melainkan bentuk investasi jangka panjang. Nilai dari pendidikan tinggi sangat bergantung pada kesiapan individu, pemilihan jurusan, serta pemahaman realistis terhadap dunia kerja.
Sikap kritis terhadap perguruan tinggi juga muncul karena adanya kesenjangan antara kurikulum akademik dan kebutuhan industri. Survei Pew Research Center pada 2019 mencatat bahwa hanya sekitar separuh orang dewasa di Amerika Serikat yang menilai perguruan tinggi memberikan dampak positif bagi negara.
Meski demikian, peran kuliah saat ini masih dianggap penting. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang dapat bertahan hidup dengan ijazah sekolah menengah, saat ini gelar sarjana menjadi jalur paling umum untuk mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang relatif stabil.
Riset dari Georgetown University’s Center on Education and the Workforce menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerjaan dengan upah layak diisi oleh lulusan perguruan tinggi. Data tersebut menguatkan posisi kuliah sebagai salah satu pintu utama menuju peluang kerja yang lebih luas.
Di sisi lain, tingginya biaya pendidikan membuat sebagian orang harus menanggung beban utang dalam jangka panjang, sehingga anggapan “kuliah itu scam” terasa relevan bagi kelompok tertentu. Meski begitu, banyak lulusan mengakui bahwa pengalaman akademik, jejaring profesional, serta kesempatan karier yang diperoleh selama kuliah sulit digantikan oleh jalur nonformal.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!