JAKARTA, NOVOX.ID - Antrean penumpang Transjabodetabek rute menuju Depok dilaporkan membludak dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan pengguna yang signifikan itu memicu perhatian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang menilai tingginya animo masyarakat harus diimbangi dengan dukungan infrastruktur dari pemerintah daerah setempat.
Menurut Pramono, perluasan layanan Transjabodetabek memang menjadi solusi mobilitas warga dari daerah penyangga menuju Jakarta. Namun, ia menegaskan penyediaan sarana pendukung seperti halte di wilayah luar DKI tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada Pemprov DKI Jakarta.
"Yang di Depok itu karena Depok kan bukan Provinsi DKI Jakarta, harusnya haltenya jangan kemudian semuanya Jakarta yang menyiapkan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu 11 Februari 2026.
Ia menjelaskan, tingginya minat masyarakat menggunakan Transjabodetabek merupakan sinyal positif bahwa transportasi publik semakin diminati. Namun, tanpa dukungan fasilitas yang memadai di titik keberangkatan dan pemberhentian, antrean panjang sulit dihindari.
Pramono berharap pemerintah daerah penyangga, termasuk Depok, dapat berperan aktif dalam menyiapkan infrastruktur penunjang agar pelayanan berjalan optimal dan kenyamanan penumpang tetap terjaga.
"Saya berharap dan mendoakan mudah-mudahan untuk yang seperti itu, termasuk haltenya tentunya dibangun oleh pemerintah daerah setempat," ujarnya.
Perluasan rute Transjabodetabek sendiri terus dilakukan secara bertahap. Sejumlah koridor baru telah dibuka untuk menghubungkan Jakarta dengan kawasan penyangga seperti Alam Sutera, Pantai Indah Kapuk (PIK), Bogor, Ancol, hingga Bandara Soekarno-Hatta. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi integrasi transportasi kawasan aglomerasi Jabodetabek.
Pramono bahkan berkelakar bahwa antusiasme masyarakat terhadap layanan ini begitu besar hingga ada permintaan rute yang tak terduga. "Ada juga yang minta sampai ke Singapura," ucapnya sambil tertawa.
Meski disampaikan dengan nada ringan, pernyataan tersebut menggambarkan tingginya ekspektasi publik terhadap transportasi massal yang nyaman dan terjangkau. Pemprov DKI menargetkan pengembangan jaringan Transjabodetabek dapat memperluas pilihan moda transportasi bagi warga sekaligus menekan ketergantungan pada kendaraan pribadi dari daerah penyangga ke Jakarta.
Di sisi lain, pengamat transportasi menilai kolaborasi lintas daerah menjadi kunci keberhasilan sistem transportasi terintegrasi. Tanpa pembagian peran yang jelas antara pemerintah provinsi dan kota/kabupaten penyangga, beban operasional dan infrastruktur bisa timpang.
Lonjakan antrean di Depok menjadi cerminan bahwa kebutuhan mobilitas warga Jabodetabek semakin kompleks. Dengan dukungan halte dan fasilitas memadai dari pemerintah daerah setempat, diharapkan layanan Transjabodetabek dapat berjalan lebih tertib, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan transportasi perkotaan yang terus tumbuh.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!