Arne Slot Maklumi Kekecewaan Suporter setelah Liverpool Kembali Gagal Raih Kemenangan

Arne Slot Maklumi Kekecewaan Suporter setelah Liverpool Kembali Gagal Raih Kemenangan

Pelatih Liverpool, Arne Slot (foto: Website/Forbes)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID -   Pelatih Liverpool Arne Slot menyatakan bahwa dirinya bersama para pemain memahami rasa kecewa yang dirasakan suporter setelah The Reds kembali gagal meraih kemenangan di ajang Liga Inggris.

Dalam laga yang digelar di Anfield pada Sabtu 17 Januari 2026, Liverpool hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Burnley, tim yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi.

Slot menilai reaksi suporter bukanlah bentuk ejekan, melainkan luapan kekecewaan akibat hasil yang tidak sesuai harapan.


“Dalam pandangan saya, itu bukan siulan bernada negatif, tetapi ekspresi frustrasi,” ujar Slot seusai pertandingan, dikutip dari laman resmi klub, Minggu 18 Januari 2026.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Burnley atas disiplin bertahan mereka, termasuk upaya menyelamatkan bola di garis gawang. Namun, Slot menegaskan bahwa Liverpool memang seharusnya merasa kecewa jika gagal menang di kandang sendiri.

“Jika kami sebagai Liverpool tidak lagi merasa kecewa hanya karena bermain imbang di Anfield melawan Burnley, maka itu justru masalah besar. Saya sepenuhnya mengerti rasa frustrasi itu. Saya merasakannya, begitu juga para pemain, sama seperti para pendukung,” ungkapnya.

Hasil tersebut menjadi catatan empat kali imbang secara beruntun bagi Liverpool di Liga Inggris musim ini.

Meski berstatus sebagai juara bertahan, Liverpool kini tertinggal tujuh poin dari posisi tiga besar klasemen sementara, setelah kembali gagal memaksimalkan dominasi permainan menjadi kemenangan.


Secara statistik, Liverpool tampil jauh lebih dominan dengan 11 tembakan tepat sasaran, sementara Burnley hanya mencatatkan satu percobaan. Namun, keunggulan tersebut tidak cukup untuk mengamankan tiga poin.

The Reds sempat unggul lebih dulu lewat gol Florian Wirtz menjelang akhir babak pertama. Slot menilai timnya mampu mengendalikan jalannya pertandingan, tetapi menyayangkan kelengahan di lini belakang yang berujung gol balasan.

Burnley, yang saat ini menempati peringkat ke-19 klasemen, menyamakan kedudukan melalui gol Marcus Edwards pada babak kedua.

Slot menilai gol tersebut sebenarnya bisa dicegah, karena sudah ada sinyal bahaya sebelumnya.

“Saya rasa ada peringatan besar saat kami hampir mencetak gol bunuh diri. Situasi itu mirip dengan proses terjadinya gol yang kami kebobolan,” jelasnya.

Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa standar Liverpool jauh lebih tinggi dari sekadar tidak kalah. Ia mengakui hasil yang belum maksimal membuat para pemain sulit merasakan perkembangan, meski performa di lapangan menunjukkan peningkatan.

“Sulit bagi pemain untuk merasa kami berkembang jika hasilnya tidak sesuai harapan. Standar kami bukan sekadar menghindari kekalahan, melainkan memenangkan setiap pertandingan,” tutup Slot.


Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!