JAKARTA, NOVOX.ID – Program diskon tarif tol dinilai
memberi dampak positif bagi perekonomian sehingga kebijakan tersebut diputuskan
dilanjutkan sebagai bagian dari stimulus dan penguatan mobilitas masyarakat.
Insentif yang diterapkan pada periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) disebut menghasilkan manfaat ekonomi sekitar Rp11,93 miliar, terutama karena meringankan biaya perjalanan pengguna jalan dan mendorong pergerakan barang serta orang di sejumlah koridor utama.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti
mengungkapkan manfaat diskon tarif tol selama periode Natal 2025 dan Tahun 2026
diterima 4,39 juta pengguna jalan tol.
“Kita bisa melihat secara total diskon tarif tol telah
diterima kepada penggunanya sebanyak 4.392.757 pengguna jalan tol dan estimasi
total manfaat ekonominya Rp11,93 miliar,” ujar Diana dalam
Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat antara Pemerintah dengan Komisi V DPR RI
terkait Evaluasi Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) di Jakarta,
Rabu, 21 Januari 2026
Dalam paparannya, pemerintah menyebut diskon tarif tol pada
periode Nataru bukan sekadar potongan biaya perjalanan, tetapi juga bagian dari
upaya menjaga laju aktivitas ekonomi pada masa libur panjang.
Program diskon itu tercatat dinikmati sekitar 4,39 juta pengguna jalan dan diberlakukan di 26 ruas tol dengan skema potongan yang bervariasi.
Besaran diskon berada pada rentang 10% hingga 20%,
menyesuaikan usulan masing-masing Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan kondisi ruas
yang menerapkan program.
Pemerintah juga menjelaskan bahwa jadwal diskon pada periode
Nataru diterapkan pada hari-hari tertentu, terutama untuk mengelola arus
kendaraan serta menekan beban biaya perjalanan saat puncak mobilitas.
Pada beberapa ruas, program diskon bahkan diberlakukan lebih panjang, sementara ada pula ruas yang menerapkan skema tarif dinamis (dynamic pricing) di luar jam sibuk pada rentang waktu tertentu. Kebijakan ini dipakai untuk mendorong distribusi lalu lintas agar tidak menumpuk pada satu waktu serta meningkatkan efisiensi perjalanan.
Dari sisi teknis, diskon disebut mengikuti ketentuan
transaksi tertentu, termasuk penerapan pada tarif jarak terjauh (barrier to
barrier) serta penggunaan uang elektronik.
Pemerintah menilai mekanisme ini penting agar penerapan
diskon tepat sasaran, mudah diawasi, dan meminimalkan potensi kendala di
lapangan.
Ke depan, kelanjutan diskon tarif tol dipandang dapat menjadi salah satu instrumen stimulus yang fleksibel terutama pada periode dengan mobilitas tinggi karena dampaknya langsung terasa bagi pengguna jalan sekaligus membantu menopang aktivitas ekonomi daerah.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!