JAKARTA, NOVOX.ID - Harga Bitcoin (BTC) diproyeksikan
akan terus menguat sepanjang tahun 2026, seiring terbentuknya pola teknikal
bullish dan ketertarikan investor terhadap aset kripto terbesar di dunia ini,
demikian menurut analis pasar kripto dalam laporan terbaru. Proyeksi ini muncul
di tengah dinamika pasar yang semakin menunjukkan potensi pergerakan positif
Bitcoin di awal tahun.
Menurut sumber, grafik harian Bitcoin saat ini menunjukkan
kemungkinan terbentuknya pola cup-and-handle, sebuah pola teknikal yang
sering dianggap sebagai tanda awal breakout ke tren kenaikan lebih
lanjut. Jika pola ini benar-benar terkonfirmasi, struktur harga Bitcoin
diperkirakan akan lebih fokus pada penguatan struktural ketimbang sekadar
fluktuasi jangka pendek.
Sejak 26 Desember 2025, akumulasi kepemilikan Bitcoin oleh para holder menunjukkan tren meningkat, meski volume pembelian terbaru relatif lebih rendah dibanding puncak sebelumnya. Hal ini mencerminkan berkurangnya tekanan jual di pasar dan potensi stabilisasi harga di fase konsolidasi awal tahun 2026.
Analis pasar menilai bahwa selama Bitcoin tetap berada di atas level support kunci sekitar US$ 89.450, struktur bullish secara umum masih terjaga. Level resistance pertama yang menjadi fokus pasar adalah sekitar US$ 93.560 — jika berhasil dilewati, maka proyeksi kenaikan jangka menengah dapat terbuka lebih luas. Lebih lanjut, penutupan harian di atas US$ 94.710 akan semakin memperkuat sinyal bullish tersebut.
Dari pola teknikal yang terbentuk, target harga Bitcoin berikutnya diproyeksikan berada di sekitar US$ 104.000 dalam beberapa pekan ke depan — atau setara dengan potensi kenaikan sekitar 12% dari level yang telah teruji. Jika momentum pasar terus terjaga, level resistance berikutnya di US$ 107.460 juga bisa menjadi target harga jangka menengah selanjutnya.
Walaupun demikian, pelaku pasar tetap diingatkan bahwa volatilitas pada aset kripto termasuk Bitcoin masih tinggi. Potensi breakout harga tetap bergantung pada sentimen pasar global, data ekonomi makro, serta kondisi teknikal yang berjalan. Jika pola konsolidasi tidak berhasil membentuk handle yang kuat, risiko pergerakan sideways atau koreksi masih bisa muncul, terutama saat pasar mengalami tekanan jual mendadak.
Emas Semakin Diminati Bank Sentral Global
Selain faktor teknikal, prediksi dari sejumlah analis
independen dan lembaga riset menunjukkan variasi proyeksi harga untuk Bitcoin
di 2026. Beberapa memperkirakan Bitcoin dapat mencapai kisaran harga US$
132.000 hingga US$ 163.000 jika dukungan teknikal dan fundamental pasar tetap
kuat sepanjang tahun, seiring adopsi institusional yang semakin berkembang.
Secara keseluruhan, proyeksi harga Bitcoin di 2026 mencerminkan keyakinan sejumlah analis bahwa momentum bullish aset kripto ini masih terjaga, meskipun investor harus tetap memantau level teknikal dan sentimen pasar secara berkala. Ke depan, arah pergerakan Bitcoin akan terus menjadi fokus utama pelaku pasar kripto global.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!