JAKARTA, NOVOX.ID - Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi setelah melonjak signifikan pada perdagangan terbaru, didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven di tengah gejolak geopolitik dan risiko kebijakan perdagangan global.
Logam mulia ini naik tajam
menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk
memberlakukan tarif baru terhadap delapan negara Eropa yang menentang upayanya
mengakuisisi Greenland sebuah langkah yang memicu kekhawatiran pasar akan
potensi perang dagang.
Data pasar menunjukkan bahwa harga emas spot dunia sempat menyentuh level tertinggi mendekati US$ 4.700 per troy ounce, sebelum tercatat stabil di kisaran US$ 4.675–4.680 per ounce dalam sesi perdagangan Asia.
Kontrak emas berjangka di bursa AS juga menguat mengikuti tren ini, mencatat
kenaikan hampir 1,9 % dalam satu hari perdagangan.
Kenaikan ini tidak terlepas dari kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian geopolitik dan ancaman tarif perdagangan yang bisa berdampak luas pada pertumbuhan ekonomi global.
Ancaman tarif tersebut direncanakan akan mulai berlaku pada Februari 2026, dimulai dengan bea masuk sebesar 10 % terhadap barang impor dari beberapa negara Eropa; jika perselisihan tidak terselesaikan, tarif ini dapat naik menjadi 25 % pada pertengahan tahun.Kekhawatiran ini membuat pelaku pasar mencari aset yang dianggap lebih aman seperti emas dan perak.
Para analis komoditas menilai bahwa emas menguat karena pergeseran aliran modal investor dari aset berisiko ke aset lindung nilai di tengah ketidakpastian tersebut.
Selain itu, potensi respons proteksionis yang
lebih luas akibat konflik tarif dapat memperburuk sentimen pasar keuangan
termasuk pasar saham sehingga memperkuat daya tarik emas sebagai opsi investasi
yang aman.
Lonjakan harga emas juga berdampak pada pasar logam mulia lainnya seperti perak, yang ikut menembus level tertinggi dalam beberapa sesi terakhir.
Permintaan terhadap aset-aset ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas terhadap kemungkinan eskalasi perdagangan internasional, memengaruhi keputusan investor untuk memperluas portofolio mereka dengan instrumen yang dapat melindungi nilai aset dari volatilitas pasar dan inflasi global.
Sementara itu, pasar saham global mengalami tekanan karena kekhawatiran terhadap kebijakan tarif baru ini. Indeks saham di beberapa bursa utama mencatat pelemahan, sementara dolar AS mengalami fluktuasi karena investor beralih ke aset aman.
Kondisi ini menciptakan suasana pasar yang
hati-hati menjelang pengumuman kebijakan ekonomi dan keputusan tarif yang akan
datang.
Walaupun kenaikan historis ini mencerminkan kekhawatiran pasar global, para pengamat memperingatkan bahwa harga emas juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti ekspektasi suku bunga AS, kebijakan moneter bank sentral global, serta dinamika permintaan fisik dari sektor perhiasan dan industri.
Dengan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi, emas diperkirakan akan tetap menjadi salah satu instrumen lindung nilai utama dalam portofolio investor selama 2026.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!