JAKARTA, NOVOX.ID - Harga emas global kembali menyita
perhatian pelaku pasar finansial karena potensi mencetak rekor baru dalam
sejarah perdagangan logam mulia.
Menurut laporan ANTAM, bank investasi multinasional asal
Swiss, UBS, meningkatkan proyeksi harga emas ke tingkat yang sebelumnya belum
pernah tercapai yaitu US$ 6.200 per troy
ons menandakan tren bullish yang kuat di tengah gejolak ekonomi dunia yang
belum mereda.
Analisis pasar menunjukkan bahwa harga emas telah mengalami
lonjakan luar biasa sejak awal 2025, didorong oleh sejumlah faktor ekonomi dan
geopolitik yang membuat logam mulia kembali menjadi pilihan utama investor
sebagai instrumen safe haven.
Ketidakpastian global mulai dari konflik geopolitik, kebijakan tarif perdagangan internasional, hingga ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh bank-bank sentral telah memperkuat permintaan terhadap emas. Hal ini turut mendorong harga emas Antam di pasar domestik Indonesia naik tajam dan mencatat berbagai rekor harga per gram.
Di pasar domestik, misalnya, harga emas batangan PT Aneka
Tambang Tbk (Antam) berhasil menembus level psikologis Rp 3 juta per gram, yang
merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perdagangan logam mulia di
Indonesia.
Lonjakan harga ini menunjukkan bahwa investor ritel juga
semakin antusias terhadap emas, tidak hanya sebagai aset investasi jangka
panjang tetapi juga sebagai lindung nilai terhadap risiko ekonomi makro dan
volatilitas pasar saham.
Para ekonom menilai bahwa momentum kenaikan emas masih
berlanjut karena permintaan institusional dan ritel yang konsisten. Data
terbaru dari World Gold Council menyebut permintaan global untuk emas
mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, mendorong harga logam mulia terus
naik meskipun permintaan di sektor perhiasan turun.
Peningkatan alokasi emas dalam cadangan devisa bank sentral serta aliran modal ke exchange-traded funds (ETF) emas juga turut mengangkat harga, semakin memperkuat tren positif.
Harga Perak Cetak Rekor Baru, Investor Berburu Logam Mulia di Tengah Ketidakpastian The Fed
Sementara itu, analis global memperkirakan bahwa jika
beberapa faktor teknikal dan fundamental tetap mendukung, harga emas tidak
hanya mencetak rekor baru pada 2026, tetapi momentum naik ini berpotensi
melampaui target historis sebelumnya.
Faktor-faktor seperti ekspektasi penurunan suku bunga acuan
AS, pelemahan dolar AS, serta kebutuhan investor akan aset aman dalam
portofolio investasi membuat prospek emas tetap optimistis meskipun
perekonomian global menunjukkan tanda-tanda stabilitas di beberapa sektor.
Namun, investor juga diingatkan bahwa pasar komoditas
seperti emas tetap memiliki volatilitas inherent, di mana pergerakan harga bisa
terpengaruh oleh sentimen pasar dalam jangka pendek.
Meski demikian, bagi banyak pelaku pasar dan manajer
portofolio, emas masih dipandang sebagai instrumen diversifikasi roh yang
vital, terutama di tengah periode ketidakpastian ekonomi global yang
berkepanjangan.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!