Herdman Tegaskan Indonesia Proyek Terbesar dalam Kariernya

Herdman Tegaskan Indonesia Proyek Terbesar dalam Kariernya

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman (Foto: Instagram/@pssi)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman akhirnya membeberkan alasan kuat di balik keputusannya menerima tawaran PSSI untuk menukangi Skuad Garuda. Keputusan tersebut diambil meski ia memiliki peluang melatih sejumlah negara lain, termasuk Jamaika dan Honduras.

Menurut Herdman, Indonesia menawarkan proyek pembangunan sepak bola jangka panjang yang sesuai dengan filosofi kepelatihannya. Ia menilai visi yang dimiliki PSSI serta dukungan luar biasa dari masyarakat menjadi faktor utama yang membedakan Indonesia dibanding negara lain.

“Karier saya selalu tentang membangun. Bekerja dengan federasi yang punya visi membawa negaranya ke tempat yang belum pernah dijamah. Dari semua yang saya dengar dan baca, Indonesia sudah siap. Tidak ada alasan lain,” ujar Herdman dikutip NOVOX.ID dari tvrinews.com Minggu 15 Januari 2026.

Pelatih kelahiran Inggris tersebut melihat Indonesia memiliki fondasi yang menjanjikan, mulai dari kualitas pemain yang terus berkembang, peningkatan profesionalisme, hingga dukungan publik yang masif. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa dan kecintaan besar terhadap sepak bola, ia meyakini Indonesia memiliki potensi luar biasa.

Atas dasar itu, Herdman memilih menolak peluang melatih Jamaika yang masih berjuang menuju Piala Dunia 2026, serta Honduras yang berkompetisi di zona CONCACAF.

“Saya pernah bekerja di CONCACAF, saya tahu bagaimana Jamaika dan Honduras. Tapi Indonesia berbeda. Ini negara besar dengan gairah sepak bola yang nyata. Ini tempat yang tepat,” ucap Herdman.

Lebih lanjut, Herdman menegaskan keputusannya tidak didasari peringkat FIFA ataupun target jangka pendek. Fokus utamanya adalah misi besar membawa Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia, sebagaimana yang pernah ia lakukan bersama Kanada.

“Saya ingin berada di sini ketika Indonesia mengambil langkah ke tahap selanjutnya. Misinya jelas, membawa tim ini ke Piala Dunia. Setiap hari saya bangun, selain keluarga saya, yang saya pikirkan adalah bagaimana meloloskan tim ini ke Piala Dunia,” kata Herdman.

Terkait ekspektasi tinggi dari publik sepak bola Tanah Air, Herdman justru memandangnya sebagai kekuatan. Ia menilai tekanan dari suporter bisa menjadi dorongan positif jika diarahkan dengan tepat.

“Tekanan itu bisa menjadi kutukan atau anugerah. Kami akan menjadikannya anugerah. Saya akan sampaikan kepada pemain bahwa tekanan adalah kehormatan, dan energi suporter harus kita gunakan,” tutur Herdman.

Meski demikian, mantan pelatih Timnas Kanada itu mengingatkan bahwa perjalanan menuju Piala Dunia membutuhkan proses panjang. Konsistensi, kesabaran, dan kerja kolektif menjadi kunci untuk mewujudkan target besar tersebut.

“Lolos ke Piala Dunia tidak terjadi dalam satu malam. Tapi Indonesia sudah mengambil langkah besar. Sekarang saatnya melangkah ke tahap berikutnya. Itulah alasan saya datang ke sini,” ujar Herdman.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!