JAKARTA, NOVOX.ID - Himpunan Kawasan Industri
(HKI) menyatakan dukungannya terhadap arahan agar perguruan tinggi secara
aktif terlibat dalam upaya hilirisasi industri nasional, sebuah agenda
strategis yang digalakkan pemerintah untuk memperkuat nilai tambah ekonomi dan
meningkatkan daya saing produk domestik.
Menurut HKI, keterlibatan kampus dalam proses downstreaming
atau pengolahan hasil riset menjadi produk siap pakai sangat penting untuk
memastikan keberlanjutan inovasi dan pembangunan industri berbasis ilmu
pengetahuan.
Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menyampaikan bahwa
dukungan terhadap peran perguruan tinggi ini bukan sekadar wacana, tetapi
merupakan bagian dari sinergi lintas sektor yang lebih luas antara pemerintah,
industri, dan akademisi.
“HKI melihat arahan Presiden sebagai sinyal kuat bahwa
pembangunan industri ke depan harus bertumpu pada kesiapan SDM, riset terapan,
dan inovasi. Ini sangat relevan untuk memastikan investasi strategis
benar-benar memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional,” ujar Ma’ruf
Maulana, dikutip Jumat, 15 Januari 2026.
Sinergi tersebut dinilai krusial untuk menjawab tantangan ekonomi global sekaligus menciptakan ekosistem inovasi yang lebih kuat di tingkat nasional.
HKI menilai kampus memiliki peran strategis dalam mendukung ajang hilirisasi, terutama melalui pengembangan riset terapan yang mampu menghasilkan teknologi baru, produk inovatif, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang siap pakai di industri.
Perguruan tinggi bukan hanya tempat belajar, tetapi juga laboratorium
inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan sektor industri dan
ekonomi nasional.
Pernyataan dukungan HKI ini juga sejalan dengan beberapa
langkah nyata yang telah ditempuh, seperti penandatanganan Nota Kesepahaman
(MoU) antara HKI, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Kerja sama ini bertujuan memperkuat kolaborasi riset,
penyelarasan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri, serta penciptaan
SDM unggul yang memiliki keterampilan sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan
teknologi.
Lebih lanjut, HKI berharap agar keterlibatan kampus dalam hilirisasi tidak hanya berupa dukungan teoritis tetapi implementasi kegiatan nyata, seperti joint research, pengembangan produk hasil riset yang cocok untuk masuk pasar industri, serta program magang atau vokasi yang menjembatani mahasiswa langsung dengan praktik industri.
Langkah semacam ini dipandang mampu menciptakan talent
pool yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan ekonomi masa kini.
Walaupun dukungan terhadap seruan kampus terlibat hilirisasi
mendapat respons positif, tantangan nyata masih ada, terutama terkait sumber
daya, infrastruktur riset, dan konektivitas antara lembaga akademik dan pelaku
industri.
Menurut HKI, diperlukan komitmen berkelanjutan dari semua
pihak untuk menjaga kesinambungan kolaborasi ini, termasuk kebijakan pemerintah
yang mendukung insentif riset dan transfer teknologi.
HKI optimistis, jika peran kampus terintegrasi lebih baik
dalam agenda hilirisasi, Indonesia akan bergerak lebih cepat menuju ekonomi
berbasis inovasi dengan produk bernilai tambah yang kuat serta kemampuan
bersaing di pasar global.
Sinergi industri-kampus-pemerintah pun dianggap menjadi fondasi penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!