IWO BTN 2026 Jadi Turnamen Golf Wanita Paling Mahal se Asia Pasifik

IWO BTN 2026 Jadi Turnamen Golf Wanita Paling Mahal se Asia Pasifik

Konferensi Pers pembukaan IWO 2026 di Damai Indah Golf BSD, Rabu 7 Januari 2026 (foto: NOVOX/ Bagas Satria)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Turnamen golf profesional wanita Indonesia Women’s Open (IWO) BTN akan kembali digelar untuk edisi kedua pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026 di Damai Indah Golf – BSD Course, Tangerang. Ajang ini kembali hadir setelah sukses menggelar edisi perdananya di venue yang sama pada 2025.

Seperti tahun sebelumnya, IWO berada di bawah naungan Persatuan Golf Indonesia (PGI) bekerja sama dengan Asian Golf Leader Forum (AGLF). Turnamen ini menjadi satu-satunya kompetisi golf wanita di Indonesia yang masuk dalam kalender Asia-Pacific Circuit (APAC).

Chairman IWO, C.K. Song, menyebut edisi kedua akan berlangsung lebih semarak dengan peningkatan signifikan, baik dari sisi peserta maupun total hadiah. IWO 2026 akan diikuti lebih dari 120 pegolf dari 13 negara, dengan total hadiah mencapai 600 ribu dolar AS, naik dua kali lipat dibandingkan edisi sebelumnya. Turnamen ini juga mendapat dukungan sponsor utama dari Bank BTN.

“Tahun ini jauh lebih meriah. Kalau tahun lalu kami masih mencari peserta, sekarang justru banyak yang datang sendiri. Prize pool meningkat menjadi 600 ribu dolar AS dari sebelumnya 300 ribu dolar AS, dengan peserta sekitar 130 pegolf dari 13 negara,” ujar Song dalam konferensi pers IWO 2026 di Damai Indah Golf BSD Course, Rabu 7 Januari 2026.

Dengan total hadiah tersebut, IWO 2026 tercatat sebagai turnamen golf profesional wanita dengan hadiah terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Selain itu, ajang ini juga menjadi pembuka rangkaian APAC Circuit Series Tour 2026, yang dinilai penting dalam pengembangan golf wanita di wilayah Asia-Pasifik.

Song berharap penyelenggaraan IWO dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan golf wanita nasional. “Setelah sukses di 2025, IWO 2026 diharapkan bisa menjadi dorongan besar bagi perkembangan golf wanita di Indonesia,” ujarnya. Ia juga menargetkan IWO menjadi turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara dalam lima tahun ke depan.

Sekretaris Jenderal PGI, Suharsono, turut menyampaikan harapan serupa. Menurutnya, kehadiran turnamen internasional bergengsi seperti IWO dapat meningkatkan kualitas dan daya saing atlet golf wanita Indonesia di level global.

“Untuk kedua kalinya Indonesia Women’s Open digelar di Tanah Air. Kami berharap para pegolf wanita Indonesia bisa bersaing langsung dengan atlet internasional dan meningkatkan standar permainan mereka,” kata Suharsono.

Indonesia akan menurunkan 30 atlet pada ajang ini, termasuk dua pegolf profesional andalan, Kristina Natalia Yoko, yang lolos babak cut pada IWO musim lalu, serta Bianca Naomi Laksono, peraih medali perunggu SEA Games Thailand 2026.

C.K. Song juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan penuh kepada atlet nasional yang bertanding. Menurutnya, dukungan publik penting untuk memperkuat mental atlet sekaligus memperluas popularitas olahraga golf di Indonesia.

“Saya berharap seluruh masyarakat Indonesia mendukung atlet nasional di IWO 2026. Mereka membutuhkan dukungan mental, dan saya ingin pegolf Indonesia bisa menjadi juara. Selain itu, ini juga momentum agar golf semakin dikenal di Indonesia,” tutup Song.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!