JAKARTA, NOVOX.ID - Nama aktris Nikita Willy ikut menjadi perbincangan warganet setelah terbitnya buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Dalam buku tersebut, Aurelie mengungkap pengalaman pahitnya pernah menerima perlakuan perundungan dari rekan sesama artis yang menjadi pemeran utama dalam sebuah sinetron, meski ia tidak pernah menyebutkan nama secara eksplisit.
Isu ini mencuat setelah warganet menelusuri kembali jejak digital Aurelie, termasuk sebuah wawancara lama dalam podcast yang kembali viral di media sosial. Dalam perbincangan tersebut, Aurelie menceritakan pengalaman kurang menyenangkan saat ditawari kembali bermain dalam proyek sinetron yang sama.
“Aku pernah ditawarin masuk ke judul dia lagi gitu. Terus produsernya bilang, ‘tapi kamu harus potong pendek’,” ujar Aurelie.
Menurut Aurelie, permintaan tersebut berkaitan dengan karakter yang akan ia perankan. Ia diminta memangkas rambutnya sangat pendek demi menyesuaikan peran tomboi.
“Harus dipotong pendek, soalnya kamu jadi tomboi yang kayak naik motor gitu. Aku sedih, tapi ya udah,” lanjutnya.
Aurelie mengaku menuruti permintaan tersebut. Namun, setelah rambutnya dipotong, ia justru menerima kabar penolakan dari pihak pemeran utama.
“Habis potong, si peran utamanya itu yang kayak, ‘Eh, jangan pakai Aurelie deh’,” ucapnya.
Potongan cerita itu kemudian dikaitkan warganet dengan pernyataan Nikita Willy dalam sebuah podcast bersama Jordi Onsu yang juga kembali viral. Dalam podcast tersebut, Nikita berbicara mengenai sikap profesional di lokasi syuting dan menegaskan dirinya sangat menghargai kru.
“Kalau buat ganti-ganti kru, gue sebenarnya enggak pernah. Karena gue orangnya sangat-sangat pro kru banget,” kata Nikita Willy.
Nikita juga mengaku akan menyampaikan keberatannya kepada produser jika menemukan rekan kerja yang memiliki sikap kurang baik terhadap kru.
“Jadi misalkan ada satu pemain yang attitude-nya tidak baik towards them, gue bisa bilang kayak, ‘I don’t like this person’,” ungkapnya.
Percakapan tersebut disambut candaan Jordi Onsu yang menyebut karakter pemain bermasalah biasanya akan “dimatikan” dalam cerita. Nikita hanya tertawa menanggapi hal itu, yang kemudian ditafsirkan warganet sebagai petunjuk tersirat.
Meski demikian, hingga kini tidak ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi dugaan tersebut. Aurelie Moeremans juga tidak pernah menyebut nama siapa pun dalam bukunya. Spekulasi yang beredar pun masih sebatas interpretasi warganet di media sosial.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!