JAKARTA, NOVOX.ID - Film Agak Laen: Menyala Pantiku masih terus menunjukkan tajinya di bioskop Tanah Air. Meski telah dinobatkan sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa, film komedi besutan Muhadkly Acho ini belum menunjukkan tanda-tanda melambat.
Memasuki hari ke-40 penayangan pada 6 Januari 2026, jumlah penonton Agak Laen 2 telah melampaui 10,5 juta orang.
Capaian tersebut membuat Agak Laen 2 semakin dekat dengan rekor film terlaris sepanjang masa di Indonesia yang hingga kini masih dipegang Avengers: Endgame (2019).
Film Marvel Cinematic Universe itu tercatat mengumpulkan 10.976.338 penonton, sementara Agak Laen 2 kini hanya terpaut sekitar 476 ribu penonton untuk menyalipnya.
Peluang Agak Laen 2 untuk mencetak sejarah baru dinilai sangat terbuka. Sebelumnya, film ini sukses mengangkangi dua raksasa box office lokal, KKN Di Desa Penari (2022) dan Jumbo (2025), dalam waktu relatif singkat.
Berdasarkan data Cinepoint, meski jumlah layar Agak Laen 2 telah turun lebih dari 24 persen per 6 Januari 2026, laju penonton film ini masih tergolong stabil.
Akhir pekan menjadi kunci utama perburuan rekor. Momentum besar diperkirakan hadir pada akhir pekan 10–11 Januari 2026, disusul long weekend 16–18 Januari 2026.
Hingga akhir Januari, belum ada film blockbuster besar yang diprediksi mampu menggerus dominasi Agak Laen 2 di bioskop.
Sejumlah film yang rilis bersamaan pada musim liburan akhir tahun juga gagal menjadi ancaman berarti, mulai dari Comic 8 Revolution Santet K4binet, The SpongeBob Movie: Search for SquarePants, Anaconda, hingga The Housemaid. Kondisi ini membuat ruang gerak Agak Laen 2 semakin leluasa untuk terus mengumpulkan penonton.
Agak Laen: Menyala Pantiku sendiri resmi menyalip Jumbo dan menyandang predikat film Indonesia terlaris sepanjang masa pada 7 Januari 2026, atau setelah 36 hari penayangan. Saat itu, film ini mengantongi 10.250.000 penonton, unggul tipis 16.998 dari Jumbo.
Film ini kembali dibintangi kuartet komika Boris Bokir, Bene Dion, Indra Jegel, dan Oki Rengga. Kali ini, mereka berperan sebagai detektif yang selalu gagal dan mendapatkan misi terakhir menyamar di sebuah panti jompo misterius untuk memburu buronan kasus pembunuhan.
Penyamaran tersebut justru memicu rangkaian kekacauan dan komedi absurd yang menjadi kekuatan utama film ini.
Deretan pemain pendukung seperti Ariyo Wahab, Priska Baru Segu, Jajang C. Noer, Jarwo Kwat, Egi Fedly, hingga Tissa Biani turut memperkaya cerita. Sejak tayang perdana pada 27 November, Agak Laen: Menyala Pantiku terus membuktikan bahwa film komedi lokal mampu bersaing, bahkan mengancam dominasi film Hollywood di Indonesia.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!