JAKARTA, NOVOX.ID - Dewan direksi Warner Bros. Discovery (WBD) kembali menolak penawaran akuisisi dari Paramount Skydance (PSKY). Penolakan terbaru ini menjadi yang kedelapan kalinya dan semakin menegaskan sikap WBD yang lebih berpihak pada rencana merger dengan Netflix. Keputusan tersebut disampaikan langsung kepada para pemegang saham melalui surat resmi pada Rabu 7 Januari 2026.
Dalam surat itu, dewan direksi WBD menilai tawaran Paramount Skydance untuk membeli seluruh saham WBD senilai US$30 per lembar saham tidak lebih menguntungkan dibandingkan proposal merger Netflix, meskipun secara nominal lebih tinggi dari tawaran Netflix sebesar US$27,75 per saham. Menurut WBD, nilai transaksi tidak hanya dilihat dari harga saham semata, tetapi juga dari kepastian, risiko, dan keberlanjutan jangka panjang.
“Penawaran PSKY yang telah diubah tetap tidak memadai, terutama mengingat nilai yang tidak mencukupi yang akan diberikan, kurangnya kepastian dalam kemampuan PSKY untuk menyelesaikan penawaran tersebut, dan risiko serta biaya yang ditanggung oleh pemegang saham WBD jika PSKY gagal menyelesaikan penawaran tersebut,” tulis Dewan Direksi WBD.
Dewan juga menilai bahwa tawaran Paramount Skydance mengandung ketidakpastian signifikan, termasuk potensi perubahan syarat, penurunan nilai saham, hingga risiko pembatalan sepihak sebelum transaksi rampung. Kondisi ini dinilai dapat merugikan pemegang saham WBD.
Sebaliknya, merger dengan Netflix disebut memberikan kepastian nilai yang lebih jelas. Berdasarkan perjanjian merger tersebut, pemegang saham WBD akan menerima kombinasi tunai dan saham Netflix.
“Pemegang saham WBD akan menerima nilai yang signifikan dengan US$23,25 dalam bentuk tunai dan saham biasa Netflix yang mewakili nilai target US$4,50,” tulis dewan direksi, mengacu pada kisaran harga saham Netflix saat penutupan.
Selain itu, pemegang saham WBD juga akan memiliki kepemilikan di Discovery Global, entitas terpisah yang dinilai memiliki skala besar, jangkauan global, serta aset olahraga dan berita yang kuat. Struktur ini disebut memberikan fleksibilitas strategis dan keuangan yang lebih besar untuk pertumbuhan jangka panjang.
Dari sisi kemampuan finansial, Dewan Direksi WBD juga menyoroti keterbatasan modal Paramount Skydance. PSKY diketahui memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$14 miliar, sementara akuisisi WBD diperkirakan membutuhkan pembiayaan utang dan ekuitas hingga US$94,65 miliar. “Jumlah pembiayaan utang yang luar biasa serta persyaratan lain dari penawaran PSKY meningkatkan risiko kegagalan penyelesaian,” tegas dewan.
Sebaliknya, Netflix dinilai memiliki posisi keuangan yang jauh lebih solid, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$400 miliar, peringkat kredit A/A3, serta proyeksi arus kas bebas lebih dari US$12 miliar pada 2026.
Atas berbagai pertimbangan tersebut, dewan direksi WBD menilai merger dengan Netflix tetap menjadi opsi paling unggul bagi perusahaan dan pemegang sahamnya.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!