JAKARTA, NOVOX.ID - Mantan pemain tim nasional bola voli putri Indonesia, Wilda Nurfadhilah, resmi bergabung dalam struktur tim Jakarta Livin’ Mandiri (JLM) untuk menghadapi kompetisi Proliga 2026. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya klub memperkuat fondasi tim, tidak hanya dari sisi pemain, tetapi juga pendampingan di area teknis.
Wilda menyambut kepercayaan yang diberikan manajemen JLM dengan penuh rasa syukur. Meski demikian, ia menegaskan peran yang dijalaninya saat ini belum sepenuhnya sebagai pelatih karena masih menyesuaikan kondisi kesehatannya.
"Alhamdulillah dipercaya. Sebenarnya belum jadi tim pelatih sepenuhnya karena ada kendala kesehatan. Jadi saya di sini sebagai pendamping anak-anak, mungkin juga masuk ke bench, jadi jembatan antara pemain dan pelatih," kata Wilda dikutip NOVOX.ID dari Antara pada Selasa 6 Januari 2026.
Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya kembali bersama JLM tidak terlepas dari peran yang sudah dijalaninya pada musim sebelumnya. Wilda pun diproyeksikan mendampingi tim hingga kompetisi berakhir.
"Jadi rekrutnya karena tahun kemarin disini, dan sekarang dipercaya lagi. Insya Allah sampai terus di dalam bench juga," ujar Wilda.
Terkait peluang untuk beralih menjadi pelatih penuh di masa depan, Wilda memilih untuk tidak terburu-buru. Ia ingin menjalani proses secara bertahap sambil memperkaya pengalaman di lingkungan kepelatihan.
"Ya mungkin akan ada ke arah sana, cuman aku ga yang buru-buru juga karena baru juga. Untuk jadi pelatih juga masih muda juga, bukan jadi atlet kan ya. Jadi pelan-pelan aja sih sambil belajar disini sama pelatih-pelatih yang bagus juga," ujar Wilda.
Wilda menilai kerja sama dengan pelatih kepala Jakarta Livin’ Mandiri Danai Sriwatcharamethakul serta asisten pelatih Octavian terjalin dengan baik. Ia merasa komunikasi yang sudah terbentuk sebelumnya membuat proses adaptasi berjalan lebih lancar.
"Karena sudah sering bareng ya, karena udah sering bareng jadi kita juga chemistry-nya juga oke gitu. Saling sharing-nya ada Indonesia gimana, di Thailand gimana, dan lain-lainnya. Itu lumayan enak untuk komunikasinya," ujar Wilda.
Selain itu, Wilda mengaku mendapatkan banyak pembelajaran dari sosok Danai yang memiliki pengalaman melatih di level internasional. Menurutnya, nilai-nilai yang ditanamkan tidak hanya berkaitan dengan teknis permainan, tetapi juga sikap profesional dalam menghadapi berbagai situasi.
"Danai sendiri kan dia udah pelatih internasional, bahkan dunia gitu ya. Udah masuk ke ranah-ranah World Champion, jadi kayak banyak banget yang diambil sih pelajaran. Dari attitude juga itu hal-hal yang harus dipelajari," kata Wilda.
Wilda Nurfadhilah yang lahir pada 7 Februari 1995 dikenal memiliki perjalanan panjang sebagai atlet voli profesional. Ia pernah memperkuat sejumlah klub papan atas nasional, di antaranya Jakarta Elektrik PLN, Jakarta Popsivo Polwan, Jakarta Pertamina Energi, Bandung BJB Tandamata, Jakarta BIN, hingga Jakarta Livin’ Mandiri.
Di level internasional, Wilda juga menjadi bagian tim nasional Indonesia dalam berbagai ajang, seperti SEA V League, Piala VTV, AVC Women’s Nations Cup, serta SEA Games 2019 Filipina, SEA Games 2022 Vietnam, dan SEA Games 2023 Kamboja. Setelah memutuskan pensiun pada 2025, Wilda sempat bergabung dalam jajaran kepelatihan tim nasional voli putri Indonesia sebelum mengundurkan diri menjelang SEA Games 2025 Thailand.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!