Mengapa Natal Identik dengan Warna Merah dan Hijau? Ini Sejarah dan Makna di Baliknya

Mengapa Natal Identik dengan Warna Merah dan Hijau? Ini Sejarah dan Makna di Baliknya

Ilustrasi Dekorasi Natal (Foto: Pinterest/Christmastday))

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Menjelang Hari Raya Natal, warna merah dan hijau hampir selalu mendominasi berbagai sudut ruang publik dan rumah tangga.

Mulai dari dekorasi pohon Natal, lampu hias, kartu ucapan, hingga pakaian dan aksesori, dua warna ini seolah menjadi penanda visual bahwa Natal telah tiba.

Namun, di balik kesan meriah tersebut, merah dan hijau menyimpan sejarah panjang dan makna simbolis yang kuat.

Baca juga: Golden dari KPop Demon Hunters Pecahkan Rekor, 25 Minggu Bertahan di Billboard Hot 100

Sejarah penggunaan warna merah dan hijau dalam perayaan Natal ternyata berakar jauh sebelum tradisi Kristen modern berkembang.

Dikutip NOVOX.ID dari Britanica, Kamis 25 Desember 2025, menurut sejumlah sejarawan, termasuk sejarawan seni Spike Bucklow, kombinasi warna ini telah digunakan sejak era masyarakat Celtic kuno.

Pada masa itu, masyarakat Celtic menghormati tanaman holly, tanaman hijau dengan buah merah cerah, karena kemampuannya tetap hidup dan berwarna di tengah musim dingin yang keras.

Bagi masyarakat Celtic, holly dianggap sebagai simbol perlindungan, kehidupan, dan kemakmuran. Tanaman ini dipercaya mampu menjaga keindahan alam selama musim dingin yang gelap dan dingin.

Baca juga: Comic 8 Revolution Santet K4bin3t: Film Horror Komedi Rekomendasi Akhir Tahun

Oleh karena itu, warna merah dan hijau kerap digunakan dalam perayaan pertengahan musim dingin sebagai simbol harapan dan keberlangsungan hidup.

Seiring berkembangnya agama Kristen di Eropa, kombinasi warna merah dan hijau mulai mendapat makna religius.

Pada abad pertengahan, warna ini banyak digunakan dalam arsitektur gereja, khususnya pada elemen bernama rood partisi ukiran besar yang memisahkan altar dan area jemaat. Penggunaan warna merah dan hijau pada dekorasi gereja perlahan mengaitkan warna tersebut dengan kisah Yesus Kristus.

Dalam tradisi Kristen, warna merah diyakini melambangkan darah Yesus yang tercurah saat penyaliban, sementara hijau melambangkan kehidupan baru, pembaruan, dan harapan akan kehidupan abadi.

Baca juga: Avatar: Fire and Ash” Puncaki Box Office Hollywood, “The Housemaid” Ikut Tampil Kuat

Makna inilah yang kemudian menguatkan posisi merah dan hijau sebagai simbol utama perayaan Natal, yang memperingati kelahiran Yesus pada 25 Desember.

Pada era Victoria, tradisi Natal semakin populer di kalangan masyarakat Eropa dan Amerika. Saat itu, kartu ucapan Natal dan dekorasi rumah mulai diproduksi secara massal, dengan warna merah dan hijau sebagai tema utama.

Sejak itulah, kombinasi warna ini semakin mengakar kuat dalam budaya populer hingga dikenal secara global.

Selain merah dan hijau, Natal juga kerap dikaitkan dengan warna lain seperti emas dan putih. Warna emas melambangkan kemakmuran dan merujuk pada hadiah emas yang dibawa oleh tiga orang majus kepada bayi Yesus.

Sementara warna putih melambangkan kesucian, harapan, serta identik dengan salju musim dingin yang sering digambarkan dalam suasana Natal.

Dengan sejarah panjang dan makna mendalam tersebut, tak heran jika warna merah dan hijau terus menjadi identitas visual Natal dari generasi ke generasi, melampaui sekadar tren dekorasi semata.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!