Pakar: Dengue Masih Jadi Tantangan Kesehatan di Negara Tropis

Pakar: Dengue Masih Jadi Tantangan Kesehatan di Negara Tropis

Ilustrasi nyamuk Dengue (DBD) (foto: Pinterest/ World Health Care)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID -  Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines menilai dengue masih menjadi tantangan kesehatan utama yang memerlukan upaya pengendalian secara berkelanjutan, khususnya di negara-negara beriklim tropis.

Andreas Gutknecht menegaskan bahwa tidak ada satu strategi tunggal yang dapat diterapkan secara seragam di semua negara. Menurutnya, setiap negara memiliki pendekatan masing-masing dalam menghadapi dengue.

“Setiap negara memiliki pendekatan unik terhadap pengendalian dengue,” ujar Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, dalam Forum Regional di Jakarta Selatan, Senin 9 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah negara memilih fokus pada pengobatan tradisional, penerapan Wolbachia, maupun penggunaan vaksin sebagai strategi pengendalian.

Menurut Andreas, berbagai pendekatan tersebut sama-sama menunjukkan hasil yang menjanjikan. Namun, dampak yang lebih berkelanjutan akan tercapai apabila seluruh metode tersebut diterapkan secara terpadu.

“Kami melihat semua pendekatan memiliki kesuksesan, tetapi menggabungkan semuanya akan menghasilkan pengurangan dengue yang bertahan,” tambahnya.

Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam pengendalian dengue. Andreas menyebut Indonesia layak berbangga atas kontribusinya dalam berbagai inovasi pengendalian penyakit tersebut.

“Saya pikir sebagai orang Indonesia, kita bisa sangat bangga karena Indonesia adalah salah satu pionir Wolbachia,” ujarnya.

Selain pengembangan Wolbachia, Indonesia juga disebut sebagai pelopor dalam pemanfaatan vaksin dengue. Indonesia tercatat sebagai negara pertama yang menjalankan program vaksin dengue berbasis publik di Kalimantan Timur.

Program tersebut kemudian diperluas ke berbagai wilayah lain di Tanah Air. Hingga kini, Indonesia telah melaksanakan 11 program vaksin dengue di sejumlah daerah.

“Indonesia telah memimpin dalam banyak cara dalam pertempuran melawan dengue,” tambahnya.

Meski demikian, Andreas menilai upaya pengendalian dengue masih menghadapi tantangan besar dan belum dapat dikatakan selesai.

Ia menekankan pentingnya pembelajaran antarnegara, mengingat dinamika dengue yang terus berkembang. Inovasi serta pemanfaatan berbagai alat pengendalian baru perlu terus ditingkatkan.

“Kita harus meningkatkan usaha dan menggunakan alat baru yang tersedia untuk mencapai target nol dengue pada 2030,” tutupnya.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!