Pemerintah Kelantan Legalkan Mendulang Emas untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Pemerintah Kelantan Legalkan Mendulang Emas untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Ilustrasi Emas Tambang (Foto: IST)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - Pemerintah negara bagian Kelantan secara resmi membuka peluang bagi warganya terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan pekerja harian tidak tetap untuk dapat mendulang emas secara legal melalui skema perizinan yang dibuka pada 1 Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal sekaligus mengatur praktik mendulang yang selama ini dilakukan secara tradisional dan sering tanpa izin.

Kelantan kini memberikan kesempatan kepada penduduknya untuk mengajukan izin mendulang emas secara resmi melalui kantor Land and Mines Office (PTG) setempat. Permohonan tersebut dapat diajukan oleh warga Kelantan yang memenuhi syarat administratif, termasuk bukti identitas sebagai penduduk lokal. Pemerintah menetapkan bahwa aktivitas ini hanya boleh dilakukan secara manual tanpa penggunaan alat berat atau mesin, guna menjaga keselamatan pendulang dan mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Jumlah permohonan izin yang masuk cukup signifikan sejak proses dibuka beberapa hari lalu. Menurut laporan lokal, lebih dari 300 warga sudah mengajukan aplikasi izin untuk mendulang emas di lokasi yang akan diumumkan pemerintah. Pemerintah negara bagian akan menilai setiap permohonan secara teliti dan menentukan area serta syarat operasional yang sesuai.

Praktik mendulang emas sudah menjadi bagian dari budaya lokal di beberapa daerah Kelantan, terutama di distrik seperti Jeli, Gua Musang, Tanah Merah, dan Kuala Krai, yang dikenal memiliki endapan emas di sungainya. Dengan perizinan resmi ini, pemerintah berharap warga, khususnya yang memiliki penghasilan rendah, bisa mendapatkan sumber pendapatan tambahan yang sah, terutama saat harga emas global sedang tinggi.

Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bentuk pengaturan terhadap aktivitas yang sebelumnya sering dilakukan secara ilegal dan tanpa pengawasan. Melalui sistem licensing, pemerintah dapat memantau keamanan, lokasi mendulang, serta transaksi hasil emas, di mana hasil yang didulang harus dilaporkan dan dijual kepada pembeli yang mendapat persetujuan pemerintah.

Meski dianggap memberi manfaat, pemerintah juga menghadapi tantangan dalam memastikan aktivitas ini tidak memberi dampak negatif kepada lingkungan khususnya aliran sungai dan ekosistem sekitar. Oleh karena itu, izin diberikan dengan syarat ketat dan pengawasan menyeluruh. Banyak warga menyambut baik kebijakan ini karena dinilai memberikan peluang ekonomi lebih besar daripada sekadar mengandalkan pekerjaan harian yang pendapatannya tidak menentu.

Pemerintah Kelantan berharap bahwa praktik mendulang emas yang teratur dan legal ini tidak hanya akan membantu masyarakat miskin mendapatkan penghasilan lebih tinggi, tetapi juga bisa menjadi produk wisata budaya baru di kawasan tersebut memadukan tradisi lokal dengan peluang ekonomi berkelanjutan. 

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!