Pramono Anung Larang Kembang Api Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta, Ini Alasannya

Pramono Anung Larang Kembang Api Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta, Ini Alasannya

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung(Foto: komunikasipublik.jakarta.go.id)

Sedang


Baca juga: PP Januari Disebut Kompromi Politik, Ryaas Ingatkan Putusan MK Tak Bisa Ditawar

JAKARTA, NOVOX.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi melarang pesta kembang api berskala besar pada perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati kepada masyarakat di sejumlah daerah yang masih berduka akibat bencana alam.

Keputusan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri acara Anugerah Keterbukaan Informasi Publik di Balai Kota Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.

Baca juga: Gandeng Dosen dan Guru Besar, Pemerintah Berupaya Jerat Penyebab Banjir Sumatera

Ia menegaskan larangan berlaku bagi seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun swasta.

“Dalam menyambut Natal dan Tahun Baru, terutama untuk Tahun Baru, saya sudah memutuskan untuk DKI Jakarta tidak ada kembang api, baik yang dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta maupun oleh swasta,” ujar Pramono, dikutip NOVOX.ID dari Antara, Rabu 24  Desember 2025.

Untuk memperkuat kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menerbitkan Surat Edaran (SE) khusus yang mengatur larangan pesta kembang api pada malam pergantian tahun.

Baca juga: Purbaya: Insentif Bukan Solusi, Penguatan Demand Kunci Tekan PHK

Namun, Pramono menegaskan bahwa larangan itu tidak berlaku untuk permainan kembang api skala kecil yang biasa dimainkan anak-anak di lingkungan tempat tinggal.

“Kecuali kecil-kecil ya, anak-anak kampung yang main kembang api wajar,” katanya.

Menurut Pramono, pelarangan kembang api merupakan wujud empati Jakarta terhadap warga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang masih dalam proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor.

Ia menilai perayaan yang berlebihan tidak pantas dilakukan di tengah situasi tersebut.

“Bahkan untuk acara pergantian tahun, saya sudah meminta untuk kita lebih banyak memberikan doa,” tuturnya.

Baca juga: Pep Guardiola Himbau Anak Asuhnya Untuk Nikmati Jeda Libur Natal

Meski demikian, Pramono menyadari bahwa Jakarta memiliki peran strategis sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian nasional yang menjadi sorotan publik internasional.

Karena itu, ia memastikan malam pergantian tahun di Ibu Kota tidak akan berlangsung sepenuhnya tanpa aktivitas.

Ia menyebut, perayaan Tahun Baru tetap akan digelar, namun dengan pembatasan lokasi dan konsep yang lebih sederhana serta bernuansa reflektif.

“Dari rencana sebegitu banyak titik-titik yang akan diadakan, hari ini saya akan memutuskan mungkin maksimum satu atau dua tempat saja,” ungkap Pramono.

Sementara lokasi lainnya, kata dia, diharapkan dapat diisi dengan kegiatan doa dan refleksi bersama di lingkungan masing-masing.

“Yang lain, sudah, di rumah masing-masing kita berdoa untuk pergantian tahun baru, mudah-mudahan tahun depan kita semua diberikan berkah yang lebih baik,” pungkasnya.

Kebijakan ini diperkirakan akan memicu beragam respons masyarakat, terutama pelaku industri hiburan dan pariwisata.

Namun Pemprov DKI menegaskan, kepentingan kemanusiaan dan empati sosial menjadi prioritas utama dalam menyambut Tahun Baru 2026.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!