JAKARTA, NOVOX.ID - Disney+ dikabarkan tengah bersiap memperluas strategi kontennya dengan menggarap mikrokonten berdurasi pendek yang disajikan dalam format vertikal, mengikuti tren yang populer di platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts.
Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan layanan streaming tersebut terhadap kebiasaan konsumsi konten digital generasi muda.
Sebelumnya, Disney telah lebih dulu menguji konsep mikrokonten melalui ESPN, unit olahraga di bawah naungan The Walt Disney Company. Dalam format tersebut, penonton disuguhi potongan momen penting pertandingan, cuplikan komentar, hingga analisis singkat yang bisa dinikmati dengan cara menggeser layar.
Kini, seperti dilaporkan Variety pada Rabu 7 Januari 2026, Disney+ berencana membawa konsep serupa ke ranah hiburan yang lebih luas.
Melalui mikrokonten ini, Disney+ ingin menjangkau audiens yang terbiasa mengonsumsi konten cepat dan instan melalui ponsel, bukan lagi penonton tradisional yang menonton dalam durasi panjang di depan televisi.
Konten singkat tersebut dirancang agar pengguna dapat mengendalikan pengalaman menonton mereka sendiri, memilih potongan yang relevan dengan minat hanya dengan swipe atau scroll.
Strategi ini dinilai sebagai upaya Disney+ menjadikan platformnya bukan sekadar layanan streaming film dan serial, melainkan juga destinasi harian untuk mendapatkan pembaruan hiburan. Dengan format vertikal dan durasi singkat, Disney+ berharap dapat mempertahankan perhatian pengguna di tengah persaingan ketat industri digital yang semakin dipenuhi konten cepat saji.
Fenomena mikrokonten sendiri terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. TikTok menjadi pelopor yang mengubah cara orang mengonsumsi video, diikuti oleh Instagram dengan Reels dan Stories, YouTube lewat Shorts, hingga Snapchat.
Bahkan perusahaan non-media seperti Procter & Gamble ikut meramaikan tren dengan memproduksi mikrodrama, yaitu tayangan cerita pendek yang berasal dari tren konten di China dan kini mendunia.
Masuknya Disney+ ke ranah ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku audiens memaksa pemain besar industri hiburan untuk beradaptasi. Konten berdurasi panjang kini tak lagi menjadi satu-satunya andalan.
Di era ketika perhatian pengguna semakin singkat, kemampuan menyajikan cerita dan informasi dalam hitungan detik menjadi kunci bertahan.
Langkah Disney+ ini juga mencerminkan pergeseran besar dalam lanskap media global, di mana batas antara platform streaming, media sosial, dan hiburan digital kian kabur.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!