TNI AU Distribusikan 900 Ton Bantuan Logistik Bencana dari Lanud Halim

TNI AU Distribusikan 900 Ton Bantuan Logistik Bencana dari Lanud Halim

Pesawat Hercules A 400-1, TNI AU bersiap mengantar logistik ke daerah bencana di sumatera (Foto: Instagram/@militerudara)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID - TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah mengirimkan sebanyak 900 ton bantuan logistik bagi korban bencana alam di wilayah Aceh dan sejumlah daerah di Sumatera melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin 5 Januari 2025, mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi bantuan yang telah disalurkan sejak awal terjadinya bencana pada November 2025.

“Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap sejak akhir November hingga saat ini untuk masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujar I Nyoman.

Ia menjelaskan, bantuan logistik tersebut dikirimkan ke sejumlah pangkalan udara dan bandara sebagai titik distribusi, antara lain Lanud Soewondo Medan, Lanud Sutan Sjahrir Padang, Bandara Sibolga, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Bandara Lhokseumawe, serta Bandara Rembele.

Selanjutnya, bantuan disalurkan ke lokasi terdampak bencana melalui jalur darat dan jalur udara, termasuk menggunakan helikopter, guna menjangkau wilayah yang sulit diakses.

I Nyoman menjelaskan, pengiriman bantuan menggunakan helikopter kerap menjadi pilihan utama karena sejumlah jalur darat menuju lokasi bencana masih terputus akibat banjir dan tanah longsor.

Hingga saat ini, TNI AU telah mengerahkan sejumlah helikopter, di antaranya EC-725/H225M dan AS 332 Super Puma, untuk mengangkut logistik ke wilayah terdampak.

Selain melalui helikopter, TNI AU juga mengoperasikan pesawat angkut guna mengirimkan bantuan langsung ke lokasi bencana dengan metode airdrop maupun helibox, terutama untuk daerah yang sulit dijangkau.

“Sejauh ini pesawat yang telah dikerahkan yakni A-400M, C-130J Super Hercules, CN-295, dan C-212,” ujar I Nyoman.

Ia menegaskan, pengerahan alat utama sistem senjata (alutsista) udara tersebut akan terus dilakukan guna mendukung proses penanganan darurat dan pemulihan wilayah pascabencana di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.


Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!