JAKARTA, NOVOX.ID - Paparan asap rokok masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan, terutama karena banyak di antaranya menjadi perokok pasif di lingkungan rumah maupun ruang publik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 1,2 juta nonperokok meninggal setiap tahun akibat paparan asap rokok yang mengandung lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya. Risiko ini turut mengintai perempuan dewasa yang tidak merokok.
Pada perempuan, paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga kanker paru-paru. Dampak tersebut bahkan dapat terjadi dalam waktu singkat, meski paparan tidak berlangsung lama.
Asap rokok diketahui berdampak langsung pada sistem jantung dan pembuluh darah. Perempuan yang menjadi perokok pasif memiliki risiko sekitar 25 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang tidak terpapar.
Selain itu, asap rokok menjadi salah satu penyebab kanker paru-paru pada individu yang tidak merokok. Zat karsinogen tetap dapat terhirup meskipun seseorang tidak mengisap rokok secara langsung.
Paparan asap rokok juga berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi perempuan. Kandungan racun di dalamnya dapat menurunkan tingkat kesuburan, meningkatkan risiko menopause dini, serta mengganggu keseimbangan hormon.
Risiko tersebut semakin besar bagi perempuan hamil. Paparan asap rokok berpotensi menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, hingga bayi dengan berat lahir rendah akibat terganggunya perkembangan janin oleh nikotin.
Tak hanya itu, zat karsinogen dalam asap rokok juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker payudara dan kanker serviks. Paparan jangka panjang dapat memicu perubahan sel yang berkembang menjadi kanker.
Dampak lain yang sering diabaikan adalah penuaan dini dan gangguan kesehatan kulit. Asap rokok merusak kolagen sehingga kulit tampak kusam, cepat berkerut, dan kehilangan elastisitas.
Melihat besarnya risiko tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk lebih aktif melindungi diri dari paparan asap rokok agar perempuan tidak terus menjadi perokok pasif.
Mengacu pada laman resmi Kemenkes, beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari paparan asap rokok antara lain menegur perokok secara sopan di area terlarang, menghindari tempat penuh asap rokok, melarang merokok di dalam rumah, memilih ruang publik bebas asap rokok, serta menggunakan masker saat berada di luar ruangan.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!