Banjir Minggu Pagi Rendam Lima RT dan Tiga Ruas Jalan di Jakarta

Banjir Minggu Pagi Rendam Lima RT dan Tiga Ruas Jalan di Jakarta

Ilustrasi banjir Jakarta (foto: Website/BPBD DKI)

Sedang

JAKARTA, NOVOX.ID -  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga Minggu pukul 06.00 WIB, banjir masih menggenangi lima rukun tetangga (RT) dan tiga ruas jalan di wilayah Jakarta. Kondisi tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan yang turun sejak Sabtu sore 17 Januari 2026.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa di Jakarta Utara terdapat satu RT di Kelurahan Ancol yang terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 25 sentimeter. Sementara itu, di Jakarta Barat, banjir merendam tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian air hingga 60 sentimeter.

Di wilayah Jakarta Timur, satu RT di Kelurahan Rawa Terate juga terdampak banjir dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter.

Tidak hanya permukiman warga, banjir setinggi kurang lebih 20 sentimeter turut menggenangi tiga ruas jalan di Jakarta Barat, yakni Jalan Perumahan Green Garden di Kedoya Utara, Jalan Pangeran Tubagus Angke di Wijaya Kusuma, serta Jalan Pangeran Tubagus Angke Raya di Jelambar Baru.

BPBD mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.

“Apabila terjadi kondisi darurat, warga dapat segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam dan bebas pulsa,” ujar Yohan di Jakarta, Minggu 18/1/2026.

TPU Jakarta Timur

Selain permukiman dan jalan, banjir juga merendam sejumlah makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Genangan terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu 17 Januari 2026.

Petugas keamanan TPU Pondok Kelapa, Muhadi, mengatakan bahwa tingginya curah hujan menyebabkan beberapa makam tergenang air, hingga hanya bagian atas batu nisan yang terlihat.

Menurutnya, genangan air terutama terjadi di area pemakaman yang berada di dataran rendah, khususnya di bagian belakang TPU, dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter sejak pagi hari.

Meski demikian, genangan tidak bertahan lama lantaran saluran air di sekitar lokasi telah dibersihkan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) TPU Pondok Kelapa. Setelah hujan mereda, air pun berangsur surut dan aliran selokan kembali normal.

“Saat hujan berhenti, genangan cepat surut karena selokan sudah dibersihkan,” jelas Muhadi.

Saat ini, kondisi TPU Pondok Kelapa telah kembali normal. Muhadi menambahkan bahwa genangan hanya terjadi di area makam yang berada di dataran rendah, sementara makam di lokasi yang lebih tinggi tidak terdampak.

Tulis Komentar

Belum ada komentar, jadilah yang pertama memberikan komentar!